BolaSkor.com - Berbagai cara ditempuh Lautaro Martinez untuk meningkatkan performanya di lapangan. Salah satunya dengan meminta bantuan psikolog.

Lautaro merupakan salah satu andalan Inter Milan di lini depan. Duetnya bersama Romelu Lukaku menjadi kunci utama kesuksesan Nerazzurri mematahkan dominasi Juventus di Serie A.

Lautaro total sudah tiga musim memperkuat Inter. Ia mengoleksi 49 gol dan 20 assist dari 132 laga.

Baca Juga:

Serie A 2021-2022 Boleh Dihadiri Penonton, Inter dan Milan Paling Banyak

Bek Chelsea Tergoda Hijrah ke Inter Milan

Jangan Harap Dapatkan Romelu Lukaku Kembali, Chelsea

Lautaro Martinez

Torehan tersebut membuat Lautaro menarik minat klub besar Eropa. Barcelona menjadi salah satu yang paling bernafsu mendapatkannya sejak musim lalu.

Namun Lautaro ternyata enggan berpuas diri. Ia merasa masih memiliki banyak kekurangan yang harus dibenahi.

Salah satu kekurangan yang dianggap pemain berusia 23 tahun tersebut adalah soal mental dan pengendalian emosi. Maka dari itu Lautaro rela berkonsultasi dengan psikolog untuk menyelesaikannya.

“Saya senang dan puas dengan karier saya karena semua dilakukan bersama Inter membantu saya di tim nasional. Saya meningkat secara fisik karena telah berlatih dengan hati-hati untuk mencapai kondisi puncak,” kata Lautaro dilansir dari Tuttomercatoweb.

“Namun lebih rumit untuk melatih mentalitas saya meski menjadi seorang ayah telah membantu saya menyelesaikan banyak hal di luar lapangan. Seorang psikolog telah membantu saya untuk mengurangi protes dan mengumpulkan lebih sedikit kartu kuning."

“Periksa statistik dan Anda dapat melihat saya telah meningkat. Musim baru sudah di depan mata dan begitu pula Piala Dunia 2022," tambahnya.

Apa yang dikatakan Lautaro merupakan sebuah fakta. Torehan kartu yang dikoleksinya menurun secara signifikan.

Lautaro diganjar 7 kartu kuning pada musim 2018-2019 yang menjadi awal perjalanannya di Inter. Jumlah tersebut sebenarnya masih berada dalam batas normal.

Namun koleksi kartu Lautaro meningkat signifikan pada musim keduanya. Ia tercatat menerima 11 kartu kuning dan 1 kartu merah sepanjang kompetisi 2019-2020.

Statistik minor inilah yang tampaknya mendorong Lautaro untuk berkonsultasi dengan psikolog. Keputusan itu pada akhirnya berbuah manis karena sepanjang musim lalu ia hanya menerima 6 kartu kuning atau yang paling sedikit sejak pindah ke Inter.

Bukan tidak mungkin koleksi kartu Lautaro akan semakin berkurang pada musim 2021-2022. Inter tentu berharap perbaikan mental sang pemain diiringi dengan peningkatan produktivitas golnya.