BolaSkor.com - Sejak pindah ke Manchester United dari Arsenal pada Januari 2018 performa Alexis Sanchez tak pernah lagi sama. Rentetan cedera, kebugaran tubuh jauh dari kata prima, hingga inkonsistensi bermain menyulitkannya untuk menunjukkan kualitas sebenarnya.

Man United masih percaya dengan talenta yang dimiliki pemain berusia 31 tahun. Mereka tak langsung menjualnya pada musim panas 2019 dan meminjamkannya ke Inter Milan tanpa opsi beli permanen. Di sana Sanchez bereuni dengan Romelu Lukaku dan Ashley Young.

Penampilan Sanchez pada awalnya masih tidak berubah dari masa-masanya di United, khususnya karena ia bermain dalam pola bermain dan filosofi sepak bola yang berbeda di bawah asuhan Antonio Conte.

Baca Juga:

Salah Besar Anggap Inter Milan Bergantung pada Romelu Lukaku

Kembalinya Alexis Sanchez Akan Timbulkan Masalah Baru untuk Manchester United

Bukan Manchester United yang Jadi Alasan Inter Milan Sulit Permanenkan Alexis Sanchez

Musim Sanchez pun dirundung cedera bersama Inter. Ketika musim tampak segera berakhir prematur untuk Sanchez, liga ditunda dua bulan karena pandemi virus corona dan itu menjadi hal positif bagi Sanchez.

Performa terbaiknya berangsur terlihat. Teranyar ketika Inter menang telak 3-1 atas Torino di Giuseppe Meazza, Selasa (14/07) dini hari WIB, dalam lanjutan pekan 32 Serie A, Alexis Sanchez tampil hebat.

Alexis Sanchez

Sanchez tidak mencetak gol karena tiga pencetak gol Il Nerazzurri adalah Ashley Young (48'), Diego Godin (51'), dan Lautaro Martinez (61') yang membalas gol Andrea Belotti di menit 17. Kendati demikian kontribusinya besar.

Menilik data dari Squawka tidak ada pemain yang menciptakan peluang lebih banyak di satu laga di antara lima liga top Eropa seperti Sanchez. Melawan Torino eks pemain Udinese dan Barcelona menciptakan 10 peluang, enam peluang dari permainan terbuka, dan memberikan dua assists.

"Untuk mungkin kali pertama selama dua tahun sepertinya terlihat ada sekilah cahaya mengenai Sanchez. Dia terlihat bangkit dan memberikan kesan menjadi pemain yang sesungguhnya terganggu soal kemenangan timnya."

"Dia bergerak cepat di dua penyerang depan Inter dan pergerakannya di pertahanan memberikan masalah-masalah besar untuk lawan dengan konsisten," demikian kata Kaustubh Pandey, penulis Football-Italia.

Tak heran jika Inter Milan berusaha mempermanenkan kontrak Alexis Sanchez dari Man United di musim panas ini. Meski telah berusia 31 tahun performa Sanchez bisa sewaktu-waktu kembali dalam kondisi prima.