BolaSkor.com - Buruknya penampilan Manchester United berdampak kepada hubungan manajer klub, Ole Gunnar Solskjaer dengan megabintang asal Portugal Cristiano Ronaldo, menyusul kekalahan telak dari Leicester City.

Red Devils kalah 2-4 di markas Leicester pada pekan delapan Premier League, Sabtu (16/10) malam WIB dari gol Youri Tielemans, Caglar Soyuncu, Jamie Vardy, dan Patson Daka. Kekalahan itu memperparah tekanan kepada Ole Gunnar Solskjaer.

Kendati posisi Solskjaer masih aman dari pemecatan karena dukungan direksi, hasil-hasil minor yang diraih tim akan selalu jadi tolok ukurnya. Terlebih dari lima laga terakhir di seluruh kompetisi United kalah tiga kali, imbang sekali, dan sekali menang.

Kekalahan dari Leicester mengakhiri rekor tak pernah kalah di laga tandang United di liga sejak januari 2020. Permainan Man United tidak terlihat padu, cenderung mengandalkan individu, dan rawan diserang balik.

Baca Juga:

Jajak Pendapat Fans Man United, Mayoritas Minta Solskjaer Dipecat

Percaya Proses, Manajemen Manchester United Tak Berniat Pecat Solskjaer

Hari-hari Penghakiman Ole Gunnar Solskjaer

Ekspresi kekecewaan Cristiano Ronaldo

Ronaldo yang menjalani periode keduanya di United pasca datang kembali pada musim panas 2021, untuk kali kedua terlihat kesal dengan hasil laga itu dan langsung menggerutu sembari masuk ke lorong menuju kamar ganti pemain.

Pada momen itu menurut Express, Solskjaer mendekatinya dan berusaha memberitahunya, untuk memberi tepukan kepada penonton sebagai tanda bukti rasa ucapan terima kasih atas dukungan mereka.

Selepas momen itu kabarnya hubungan Solskjaer dan Ronaldo, yang dulu bersama bermain di Man United, retak. Itu bak istilah sudah jatuh tertimpa tangga, terlebih performa United saat ini jauh dari kata memuaskan.

“Saat ini, ya sepertinya mereka (United alami) kemunduran. Tiga pertandingan terakhir Liga Inggris, Aston Villa, Everton, Leicester – mereka memiliki satu poin dari tiga pertandingan itu. Itu bukan Manchester United," tutur host talkSPORT Darren Ambrose.

“Bahkan dalam beberapa tahun terakhir ketika Jose (Mourinho) ada di sana, itu tidak akan terjadi. Saya tidak tahu apa yang salah di sana."

“Mereka merekrut Sancho seharga 73 juta poundsterling, Varane seharga hampir 50 juta poundsterling dan Ronaldo. Jika Anda tidak membangun lini depan Anda di sekitar Ronaldo, dia mungkin juga tidak akan bermain bagus."

“Itu adalah permainan yang buruk darinya. Lihat apa yang dilakukan (timnas) Portugal, mereka membangun tim di sekelilingnya. Mereka tidak bermain dengan kekuatan siapa pun saat ini," urai Ambrose.