BolaSkor.com - Pep Guardiola dan Lionel Messi punya hubungan yang tak hanya sekadar pelatih dengan pemain. Kedua sosok tersebut terlibat ikatan khusus.

Pep Guardiola selalu mengecilkan peluang kembali bekerja sama dengan Lionel Messi di luar Barcelona. Guardiola sadar, sangat sulit melihat La Pulga hengkang dari Camp Nou.

Namun, situasi mulai berubah. Guardiola memiliki kesempatan bereuni dengan Messi di Manchester City usai muncul keinginan angkat kaki dari sang megabintang. The Citizens dianggap sebagai kandidat terkuat klub yang akan dibela Messi berikutnya.

Selain kekuatan finansial, faktor lain yang mendorong Man City menjadi kandidat terkuat adalah keberadaan Pep Guardiola di belakang kemudi. Messi punya hubungan erat dengan sang pelatih.

Baca Juga:

Kompany Yakin Guardiola Sudah Telepon Lionel Messi Ajak Gabung Manchester City

5 Klub yang Punya Peluang Merekrut Lionel Messi

Heboh, Lionel Messi Ingin Putus Kontrak dengan Barcelona dan Pergi ke Manchester City

Lionel Messi dan Pep Guardiola

Ketika Guardiola memutuskan meninggalkan Barcelona pada 2012, Messi tidak kuasa menghadiri konferensi pers perpisahan. Padahal, saat itu, sejumlah pemain penting Barca lainnya terlihat datang.

Keputusan Messi tersebut bisa dipahami. Sejak Messi debut pada 2004, Guardiola (2008) adalah pelatih yang menempa kemampuan La Pulga. Sejak hari pertama, Guardiola telah memberikan kesan kuat pada Messi.

"Guardiiola segera menyampaikan rasa bangga yang luar biasa atas pekerjaan, ambisi, dan rasa lapar kami," ujar Messi pada film dokumenter Sky Sports, 2016.

"Dia memenangi kepercayaan kami sejak hari pertama dan karena itu kami bisa melihat segalanya mungkin dilakukan. Kemudian, hasil akan mengalir."

Prestasi langsung diraih. Guardiola memenangi treble pada musim pertama. Sementara itu, Messi menjadi pemain inti di sektor serang bersama Samuel Eto'o dan Therry Henry.

Selain itu, Lionel Messi juga mulai menapaki jalan karier sebagai pemain terbaik dunia. Messi meraih penghargaan Ballon d'Or.

Hubungan Messi dan Guardiola sempat renggang setelah Barcelona membeli Zlatan Ibrahimovic. Messi merasa, Ibra bukanlah pemain yang cocok untuk Barcelona. Selain itu, kehadiran Ibra membuat Messi bermain sedikit melebar.

Ternyata, apa yang diprediksi Messi memang benar. Meski bukan tanpa prestasi, namun peran Ibrahimovic tidak mencapai titik tinggi di Barcelona. Bahkan, Ibra sempat mengeluarkan pernyataan yang menyerang Guardiola.

Penyerang asal Swedia itu mengatakan, para pemain Barcelona terlalu menuruti perintah Guardiola. Pada konflik tersebut, Ibra mengibaratkan dirinya sebagai mobil Ferrari. Sementara itu, pemain yang dibutuhkan Guardiola hanyalah sebuah mobil Fiat.

Guardiola yang menyadari keputusannya keliru pun mencoba memperbaiki keadaan. Messi kembali ditempatkan sebagai penyerang tengah. Ketika itu, Guardiola menemukan skema yang dikenal sebagai false nine.

Lionel Messi dan Pep Guardiola

"Ketika melawan Real Madrid (El Clasico Mei 2009), saya ingin Anda memulai laga dari sayap seperti biasa. Namun, ketika saya memberikan tanda, Anda harus menjauh dari para gelandang dan bermain pada ruang baru yang saya minta," jelas Guardiola kepada Messi seperti apa yang tercetak di buku Pep Confidential.

"Ketika Xavi atau Andres Iniesta menerobos garis dan memberi bola, saya ingin Anda langsung mengarah ke gawang Casillas."

Hasilnya, Lionel Messi membuat pertahanan Real Madrid kelabakan. Messi mencetak dua gol dan membawa Blaugrana menang 6-2.

Kisah tersebut mejadi awal mula hubungan Guardiola dan Messi yang semakin erat. Guardiola mampu mengeluarkan kemampuan terbaik dari Messi. Barca pun meraih gelar Liga Champions usai mengalahkan Manchester United 3-1 di laga puncak.

Hingga saat ini, Guardiola masih mengagumi Messi. "Jangan menulis soal Messi. Jangan mencoba mendeskripsikannya. Lihat saja," ujar Guardiola kepada wartawan ketika ditanya soal karier Lionel Messi.

Saat ini, Guardiola dan Messi berpeluang bersatu kembali di Manchester City. Namun, jalan yang ditempuh tidak akan mudah.