BolaSkor.com - Perang kata, argumen, atau sindiran sudah jadi 'makanan' sehari-hari dalam dunia sepak bola dan diwadahi oleh media. Tidak terkecuali baru ini yang melibatkan Pep Guardiola dengan Borussia Dortmund.

Manchester City bertemu Dortmund di perempat final Liga Champions 2020-2021. City unggul agregat gol 2-1 dari pertemuan pertama di Etihad Stadium dan Pep Guardiola menabuh genderang perang.

Dia mengklaim Dortmund membayarkan banyak uang kepada agen-agen pemain untuk mendaratkan talenta berbakat, mendahului klub-klub Eropa lainnya.

Catatan baru-baru ini memperlihatkan Dortmund menghabiskan 10 juta poundsterling lebih dari City dengan bayaran di awal sebelum merekrut pemain, meski mencatatkan jumlah pemasukan lebih sedikit.

Baca Juga:

Nostalgia - Ketika Dortmund Superior di Hadapan Manchester City

Alasan Asisten Wasit Minta Tanda Tangan Erling Haaland

Tiga Momen Kontroversial Warnai Duel Manchester City Vs Dortmund

Borussia Dortmund vs Manchester City

Hans-Joachim Watzke, CEO Dortmund segera merespons sindiran Guardiola itu, menilai manajer asal Spanyol itu tak berhak mengkritisi kebijakan transfer Dortmund mengingat City telah menghabiskan dana super besar untuk merekrut bintang-bintang Eropa dalam beberapa tahun terakhir.

"Dalam lima tahun terakhir mereka telah menghabiskan hampir satu miliar euro untuk pemain baru," kata Watzke kepada BBC. "Dalam lima tahun. Siapa yang memiliki kemungkinan untuk melakukan ini? Dia tidak akan mengkritik klub lain."

Di satu sisi Guardiola menyindir Dortmund dengan keberhasilan mereka mengamankan talenta-talenta muda seperti Jadon Sancho, Jude Bellingham, dan Erling Haaland, namun City juga tak bisa mengkritik Dortmund.

Pasalnya pengeluaran mereka sangat besar dalam merekrut pemain dan memperkuat skuad dalam sedekade terakhir. Sejak musim 2016-2017 City menghabiskan lebih dari 850 juta poundsterling untuk urusan transfer pemain, sebaliknya Dortmund coba menyeimbangkan neraca keuangan.

"Ini (model bisnis) bekerja dengan fantastis tetapi sulit untuk mengembangkan tim dengannya karena setelah dua atau tiga tahun, para pemain muda ini, jika mereka tampil sangat, sangat baik, seperti Erling Haaland atau Jadon Sancho, maka klub-klub terbesar. di Eropa ingin membelinya," tambah Watzke.

"Tapi ini satu-satunya cara untuk Borussia Dortmund," urai dia.

Apa yang dilakukan Dortmund tak lebihnya seperti Ajax Amsterdam dan Arsenal: mengembangkan pemain-pemain muda berbakat lalu dijual dengan harga tinggi.