BolaSkor.com - Jangan pernah menyerah. Kata-kata motivasi hidup itu sepertinya dipegang teguh oleh sosok pembalap Scuderia Toro Rosso di Formula 1 (F1) 2019, Daniil Kvyat.

Bagaimana tidak, ia sudah merasakan fase naik turun selama berkarier di F1. Namanya sempat naik daun, ketika dipercaya Red Bull menggantikan posisi Sebastian Vettel yang merapat ke Ferrari tahun 2015.

Namun meski sukses meraih prestasi dengan finis kedua di GP Hungaria 2015 dan GP China 20167, Kvyat mulai dicap sebagai pembalap 'tukang kecelakaan'. Puncaknya di GP Rusia 2016, lomba yang berstatus home race, tapi ia justru menabrak Vettel.

Baca Juga:

Revisi Hasil Lomba F1 GP Jerman: Raikkonen dan Giovinazzi Dapat Penalti, Hamilton Finis Zona Poin

F1 GP Jerman: Verstappen Juara, Vettel Tampil Cemerlang

Usai kejadian tersebut, Red Bull mendepak Daniil Kvyat ke tim satelit mereka, Toro Rosso. Sekali lagi, performa pembalap asal Rusia itu gagal mengesankan lantaran merasakan catatan tidak finis karena kesalahan sendiri.

Alhasil, F1 2018, tidak ada tim yang tertarik menggunakan jasanya. Kvyat pun hanya bekerja sebagai pembalap penguji Ferrari yang fokus pada simulator.

Daniil Kvyat
Daniil Kvyat (Zimbio)

Pada fase ini, sepertinya karier Kvyat di F1 sudah habis. Tapi nyatanya, Toro Rosso memberikan kesempatan kedua buatnya dan direkrut untuk menjadi pembalap mereka musim 2019.

Kini keputusan tersebut berbuah manis. Kvyat, si tukang kecelakaan, justru membawa Toro Rosso kembali merasakan podium setelah absen selama sebelas tahun.

Kvyat berhasil naik podium ketiga pada lomba GP Jerman, Minggu (28/07), yang berjalan penuh drama. Semakin spesial, podium ini ia rasakan hanya 24 jam setelah sang istri melahirkan anak pertamanya.

"Saya sangat senang dengan podium ini. Semakin fantastis buat Toro Rosso. Karena sudah 11 tahun sejak Sebastian Vettel finis pertama tahun 2008 (lomba GP Italia)," Kvyat menuturkan.

"Saya pikir semua orang di tim begitu senang hari ini, dan terutama saya. Saya ingin dedikasikan podium ini buat kekasih saya, Kelly dan anak saya," lanjut pembalap berusia 25 tahun itu.

Berkat podium ketiga GP Jerman, posisi Kvyat di klasemen pembalap naik ke urutan delapan lewat torehan 27 poin. Dia turut membawa Toro Rossi menempati posisi lima klasemen konstruktor.*