BolaSkor.com - Roman Abramovich membuat sebagian suporter klub Premier League iri. Bagaimana tidak, pengusaha 55 tahun itu tidak ragu menggelontorkan banyak biaya untuk membuat Chelsea berada di puncak tertinggi. Namun, kini Abramovich memutuskan berpisah dengan The Blues.

Cerita bermula ketika Roman Abramovich membeli Chelsea pada 2003. Untuk mendapatkan The Blues, Abramovich mengeluarkan dana hingga 140 juta pounds.

Pada awal kedatangannya, Abramovich sadar jika perlu meningkatkan kualitas Chelsea untuk bersaing dengan klub lainnya. Maklum, The Blues hanya mengakhiri kompetisi dengan menduduki peringkat keempat pada musim sebelumnya.

Sebagai permulaan, Abramovich menunjuk Claudio Ranieri sebagai manajer. Pelatih asal Italia itu dianggap punya kemampuan dan pengalaman yang cukup untuk membangun fondasi awal kerajaan sang taipan.

Selain itu, Abramovich juga memboyong sejumlah pemain seperti Hernan Crespo, Damian Duff, Juan Sebastian Veron, Claude Makelele, Adrian Mutu, hingga Joe Cole.

Pada musim debutnya sebagai pemilik, Abramovich membawa Chelsea menempati posisi kedua klasemen akhir Premier League. Selain itu, Chelsea juga melangkah hingga semifinal Liga Champions.

Baca Juga:

Dengan Berat Hati Roman Abramovich Putuskan Jual Chelsea

Abramovich Jual Chelsea, Tuchel Tetap Kalem

Tuchel Akui Serangan Rusia ke Ukraina Pengaruhi Final Chelsea Lawan Liverpool

Namun, hasil tersebut tidak membuat Abramovich puas. Ia memecat Ranieri dan menunjuk pelatih yang pada akhirnya meraih banyak kesuksesan, The Special One, Jose Mourinho.

Bersama Mourinho, Chelsea mengakhiri dahaga gelar Premier League selama 50 tahun dengan memenangi edisi 2004-2005. Berikutnya, pelatih 59 tahun itu membawa The Blues memenangi satu titel Premier League, satu trofi Piala FA, dua gelar Piala Liga Inggris, dan satu medali Piala Super Liga Inggris.

Sejak saat itu, apa yang dirancang Abramovich untuk Chelsea mulai terlihat arah tujuannya. Pengusaha asal Rusia itu ingin membawa Chelsea tidak hanya berprestasi di domestik, tetapi juga Eropa.

Tak heran, dalam perjalanannya, sejumlah pelatih dipecat. Melalui tangan kanannya, Maria Granovskaia, Abramovich mengambil sejumlah keputusan penting termasuk mendepak juru taktik yang dianggap gagal.

Luis Felipe Scolari, Avram Grant, Carlo Ancelotti, Andre Villas-Boas, Roberto Di Matteo, Rafael Banitez, Antonio Conte, Maurizio Sarri, dan Frank Lampard adalah sederet nama yang pernah merasakan hubungan kerjanya diputus sepihak oleh Abramovich.

Selain itu, Abramovich juga terus memperkuat Chelsea dengan menggaet pemain bintang. Menurut catatan Transfermarkt, 38 besar transfer termahal Chelsea seluruhnya terjadi pada era Abramovich.

Posisi pertama ditempati Romelu Lukaku yang membuat Chelsea menghabiskan dana 113 juta euro untuk mendatangkannya dari Inter Milan. Berikutnya, ada Kai Havertz dan Kepa Arrizabalaga yang memiliki nilai beli identik, 80 juta euro.

Butuh waktu hampir 10 tahun bagi Abramovich untuk membawa Chelsea meraih trofi Liga Champions. Menekuk Bayern Munchen di final, The Pensioners menjadi yang terbaik pada musim 2011-2012.

Setelah itu, Abramovich kembali melihat klub yang sudah seperti buah hatinya kembali berada di podium tertinggi Liga Champions pada musim 2020-2021. Chelsea yang ditukangi Thomas Tuchel menghentikan mimpi Manchester City merengkuh si Kuping Besar.

Bahkan, Abramovich kian tersenyum karena Chelsea menjadi klub terbaik dunia setelah memenangi Piala Dunia Antarklub 2021. The Blues menekuk Palmeiras 2-1 pada laga puncak. Gol penalti Kai Havertz pada menit ke-117 menjadi pembeda.

Total, Abramovich membawa Chelsea meraih 20 gelar. Prestasi itu termasuk lima titel Premier League, dua trofi Liga Champions, dua piala Liga Europa, dan satu gelar Piala Dunia Antarklub.

Memang benar kata pepatah, ketika pohon semakin tinggi menjulang, maka semakin besar juga angin yang menerpa. Itulah yang dialami Abramovich bersama Chelsea.

Ketika Chelsea yang dibangunnya sejak 2003 menjadi klub terbaik, masalah pelik mulai menerpa. Kali ini problem hadir dari luar lapangan.

Roman Abramovich ikut dikaitkan dalam penyerangan Rusia ke Ukraina. Hal itu tak terlepas dari kedekatan Abramovich dengan presiden Rusia, Vladimir Putin.

Desakan untuk menjual Chelsea pun mulai terdengar. Bahkan, pemerintah Inggris dikabarkan sudah menyusun sanksi untuk Chelsea jika tetap dikuasai Abramovich.

Jalan kesatria pun diambil Abramovich. Ia memilih menjual Chelsea setelah sebelumnya menarik diri dari manajemen The Blues.

"Saya ingin menyampaikan spekulasi di media selama beberapa hari terakhir sehubungan dengan kepemilikan saya atas Chelsea FC. Saya selalu mengambil keputusan dengan mengutamakan kepentingan Klub," ungkap Abramovich.

"Dalam situasi saat ini, saya mengambil keputusan untuk menjual klub karena yakin itu demi kepentingan Chelsea, suporter, karyawan, sponsor, dan mitra," papar Abramovich.

"Penjualan ini tidak akan dipercepat, tetapi akan mengikuti proses yang semestinya. Saya tidak akan meminta pinjaman apa pun untuk dilunasi."

Menurut kabar yang berkembang, Abramovich menyewa pialang dari Amerika untuk mencari pembeli Chelsea. Hebatnya, Abramovich akan menyumbangkan hasil bersih dari penjualan Chelsea untuk korban perang Ukraina. Selain itu, ia juga berperan aktif dalam perdamaian kedua kubu.

Kecintaan Abramovich kepada Chelsea semakin terlihat usai tidak mau menerima 1,5 miliar pounds yang merupakan utang klub kepadanya. Abramovich sadar, ia hanya akan menjadi benalu jika bertahan lebih lama.

Namun, perasaan tidak bisa dibohongi. Dari lubuk hatinya yang terdalam, Abramovich menegaskan jika berpisah adalah jalan yang menyakitkan.

"Tolong ketahuilah ini adalah keputusan yang sangat sulit dan menyakitkan untuk berpisah dengan Chelsea melalui cara ini. Namun, saya yakin ini demi kepentingan terbaik Chelsea," jelas Abramovich.

"Saya berharap dapat mengunjungi Stamford Bridge untuk terakhir kalinya dan mengucapkan selamat tinggal kepada Anda semua secara langsung. Merupakan hak istimewa seumur hidup untuk menjadi bagian Chelsea dan saya bangga atas semua pencapaian bersama. Chelsea dan para pendukungnya akan selalu berada di hati saya."

Kini, kebersamaan Roman Abramovich bersama Chelsea hanya tinggal menghitung hari hingga pemilik baru tiba. Namun, Abramovich akan tetap dikenang sebagai pemilik terbaik The Blues yang bikin banyak suporter lain iri.