BolaSkor.com - Persebaya Surabaya mendapat kesempatan untuk angkat bicara soal masalah penggunaan fasilitas di Surabaya. Ini saat hearing dengan DPRD Surabaya, yang juga dihadiri perwakilan Bonek, Selasa (16/7).

Hearing ini sesuai janji. Pansus Raperda juga melibatkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Kepala Dispora Afghani Wardhana kembali tidak hadir dan hanya diwakilkan pada sekretaris Dispora, Yerry Purwanto.

“Kami mendengar keluhan Persebaya dan teman-teman Bonek ini sangat miris. Masak Persebaya yang jadi kebanggaan Surabaya berlatih di kota lain?” ujar Ketua Pansus Baktiono saat membuka hearing.

Baktiono langsung mencecar sejumlah pertanyaan pada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora). Utamanya soal alasan kenaikan sewa Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) yang dianggap tinggi, yang belum dijawab sejak hearing lalu.

Yerry menjelaskan bahwa kenaikan harga sewa GBT sebenarnya tidak seperti yang ramai diperbincangkan selama ini, mencapai 15 kali lipat. Harga yang ada di raperda baru tersebut terlihat tinggi karena skema perhitungannya berbeda.

“Sebenarnya kalau dibanding perda lama naiknya sekitar Rp 8 juta sampai Rp 10 juta,” kata Yerry. Sekedar diketahui, pada perda lama, nomor 2 tahun 2013, harga sewa GBT sebesar Rp 30 juta. Pada raperda nilai sewanya Rp 444,6 juta per hari. Atau Rp 22 juta per jam.

Dalam perda lama semua komponen masih dihitung terpisah. Misalnya, penggunaan air, listrik dan blok komplek stadion. Dalam perda baru, komponen-komponen itu masuk sudah include ke tarif sewa. Yerry menjelaskan perhitungan harga sewa itu juga tidak lagi per pertandingan atau per hari seperti pada perda lama. Tapi dilakukan per jam.

“Nanti dihitungkan per itu, eh, apa itu namanya kalau pertandingan sudah dimulai?”

Ahmad Zakaria dari Partai Keadilan Sejahtera mempertanyakan dasar perincian harga sewa yang disebutkan Yerry. Yerry menjawab, perincian itu nantinya disebutkan dalam peraturan wali kota (perwali). Namun ketika ditanya, mengaku tak membawa.

Baca Juga:

Pengakuan Djadjang Nurdjaman Setelah Persebaya Ditekuk PSS Sleman

Taklukkan Persebaya, Seto Sebut PSS Sleman Alami Progres

Para legislator sepakat meminta rincian soal harga sewa GBT diperjelas. Mereka ingin semuanya clear dalam draft raperda. Salah satunya bisa dituangkan lewat lampiran penjelasan.

Rapat juga membahasa kesulitan memakai Gelora 10 November. Manajer Persebaya Candra Wahyudi mengaku selama ini tak ada niatan untuk menggelar latihan atau pertandingan di luar Surabaya. “Kami sebenarnya sudah mengajukan izin untuk bisa berlatih di Gelora 10 November yang menjadi ruh dari klub ini, tapi tidak pernah diizinkan,” katanya.

(Bolaskor.com/istimewa)

Persebaya pun mencoba mencari tempat berlatih yang harganya terjangkau dan diberi kemudahan oleh pengelola lapangannya. Lapangan yang jadi pilihan yakni Sier dan Polda Jatim. “Tapi kalau dua tempat itu tidak tersedia, ya terpaksa ke Sidoarjo. Sebab di sana kami dipermudah. Bukan hanya lebih murah,” kata Candra.

Candra menjelaskan manajemen berupaya mengelola tim secara profesional, sehingga biaya-biaya yang dikeluarkan masuk perhitungan bisnis. “Tapi prinsipnya pertimbangan utama kami itu asal jangan dipersulit saja,” ujarnya.

Menurutnya, manajemen Persebaya selama ini selalu patuh pada regulasi yang ada. “Kami selalu membayar dulu,” ujar pria yang pernah menjadi wartawan di Roma, Italia itu.

Sementara itu media officer Persebaya Nanang Prianto ikut curhat. Menurut Nanang, selama menyewa GBT untuk pertandingan resmi, Persebaya kerap menghadapi masalah. Misalnya terkait izin loading.

Sesuai ketentuan dari PT Liga Indonesia Baru, harusnya loading persiapan pertandingan dilakukan pada H-5. Apalagi jika pertandingan disiarkan langsung oleh stasiun televisi. Namun izin loading dari pengelola GBT baru diberikan pada H-1. “Padahal tv yang akan live itu perlu melakukan setting setidaknya H-3,” katanya.

Dalam kesempatan hearing itu, DPRD Surabaya juga meminta Dispora tidak mempersulit Persebaya berlatih di Gelora 10 November. Baktiono meminta Persebaya mengurus izin untuk tanggal 19, yang menjadi rencana menggelar latihan terdekat. Surat izin itu juga ditembuskan ke Komisi B DPRD Surabaya.

Para Bonek yang hadir seketika bersorak, mengingat Gelora 10 November adalah lapangan yang penuh sejarah buat Bonek dan Persebaya. Perwakilan Bonek juga berharap Dispora tidak asal menaikkan tarif sewa untuk Persebaya, karena bisa berpengaruh terhadap harga tiket yang dibeli para suporter.

Selain itu diharapkan fasilitas di GBT ditingkatkan agar memberi kenyamanan. Lampu stadion disebut juga belum memenuhi standar, yang bisa menggagalkan Persebaya menggunakan GBT apabila bermain di kompetisi Asia.

Para anggota pansus setuju pemkot mulai mengkaji konsep kerjasama pengelolaan GBT. Apalagi selama ini pendapatan GBT hanya sebesar Rp 1,8 miliar. Angka itu masih kotor. Belum dikurangi pengeluaran-pengeluaran atau belanja modal.