BolaSkor.com – Kekalahan 0-4 di Stadion Kanjuruhan, Kamis (15/8) sore, memperpanjang rekor buruk Persebaya Surabaya ketika bermain di Malang. Green Force, julukan Persebaya, belum pernah menang di markas Arema selama dua dekade terakhir.

Duel antara Arema dengan Persebaya memang menarik perhatian. Utamanya dari kedua kubu suporter. Maklum, meski berusia jauh lebih muda, Arema merupakan pesaing utama Persebaya di Jawa Timur (Jatim) dewasa ini.

Arema FC memang dominan ketika bermain di kandang sendiri. Ketika bermain di Malang, mereka belum pernah kalah dari Persebaya. Rekor ini terjaga selama kurang lebih dua dasawarsa terakhir.

Akan tetapi, kemenangan 4-0 atas Persebaya, Kamis sore, terasa sangat istimewa. Bahkan masuk dalam buku sejarah duel kedua tim. Ini kemenangan terbesar Arema atas Persebaya di Malang.

Baca Juga:

Kemenangan Sarat Makna Arema FC atas Persebaya

Arema FC 4-0 Persebaya Surabaya: Kemenangan Meyakinkan Singo Edan

Bejo Sugiantoro, karteker Persebaya angkat suara. Sebagai mantan pemain dan legenda Green Force, Bejo sadar bahwa Persebaya sulit menang di Malang.

“Makanya saya bertekad untuk mengubah sejarah itu. Mau tidak mau, apa pun kejadiannya, saya ingin menang di Malang,” imbuh mantan pelatih Persik Kediri itu.

Sayang, strategi yang diterapkan Bejo tidak berjalan maksimal. Gagal total. Persebaya harus malu karena kalah empat gol tanpa balas.

“Saya tidak ingin menyalahkan pemain. Semua tanggung jawab saya. Kesalahan ini akan saya emban, dan pertanggungjawabkan ke manajemen,” sebut Bejo.

Walaupun kalah dengan skor yang sangat memalukan, Bejo Sugiantoro tetap menyanjung pemainnya. Ia menilai bahwa nama-nama yang ia mainkan Kamis sore, telah bekerja maksimal hingga peluit panjang.

“Ketika kami tertinggal, mereka masih mau berjuang, itu sangat positif untuk pemain. Pemain yang serius bermain itu termasuk penilaian kami. Saya akan memberikan masukan ke manajemen,” tutur Bejo. (Laporan Kontributor Keenan Wahab/Surabaya)