BolaSkor.comPersebaya Surabaya kesulitan untuk mendapatkan izin pertandingan leg pertama babak delapan besar Piala Indonesia melawan Madura United, 25 April nanti. Pasalnya, jadwal pertandingan ini berdekatan dengan Pemilihan Umum (Pilpres) 2019.

Berdasarkan jadwal yang diterima BolaSkor.com, Persebaya akan menjamu Madura United di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Kamis (25/4) mendatang. Masalahnya, laga ini digelar seminggu setelah Pemilu 2019.

Kondisi tersebut membuat Panitia Pelaksana (Panpel) Persebaya kesulitan untuk mendapatkan izin keramaian dari pihak keamanan. “Posisinya sekarang seperti ini. Baru selesai Pilpres,” kata General Coordinator Panpel) Persebaya Ram Surahman.

Dalam wawancara Jumat (19/4) siang, Ram menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengajukan izin pertandingan kontra Madura United ke Polrestabes Surabaya. Akan tetapi, belum ada lampu hijau dari aparat keamanan.

Baca Juga:

Kembali Ketemu Madura United, Persebaya Siap Kerja Lebih Keras di 8 Besar Piala Indonesia

Bertemu Persebaya di 8 Besar Piala Indonesia, Haruna Soemitro Ultimatum Dejan Antonic

“Kewenangan apakah pertandingan 25 April itu bisa digelar atau tidak, kami masih menunggu rekomendasi dari kepolisian,” terangnya.

Ram menyebut hal ini sebagai problem yang kompleks. Dari sisi PSSI, mereka melihat ada celah waktu sebelum kick off Liga 1 2019. Celah tersebut lah yang akhirnya disisipkan untuk menggelar babak delapan besar Piala Indonesia.

Dari kacamata pihak keamanan, jadwal babak delapan besar Piala Indonesia sangat berdekatan dengan Pemilu 2019. Kesulitan mendapatkan izin bukan hal yang mustahil. Sebab, saat ini konsentrasi keamanan memang ada di pelaksanaan Pemilu.

“Kami juga baru menjalani pramusim. Idealnya, setelah pramusim selesai, kami fokus ke kompetisi resmi. Tetapi kemudian seperti ini,” terangnya.

“Bukan berarti kami diam atau tidak mau. Kami tetap mengikuti. Tetapi untuk pertandingan besok, kami tidak bisa melihat dari satu kacamata bola saja, tetapi ada faktor sosial dan keamanan juga,” tutur Ram. (Laporan Kontributor Keenan Wahab/Surabaya)