BolaSkor.com - PS TIRA menatap musim depan dengan sangat serius. Setelah bakal berganti identitas menandai kepulangannya ke Bogor, tim berjuluk The Young Warriors itu ingin mengumpulkan para pemain terbaik yang berstatus prajurit aktif TNI di pelosok negeri.

Salah satu pemain yang ingin dipulangkan adalah gelandang sayap PSMS Medan, Frets Butuan. Pemain berusia 22 tahun itu adalah anggota TNI Angkatan Darat (AD) sejak 2016 lalu.

Seusai menjadi prajurit TNI, Frets langsung dipanggil kesatuannya, kala itu bernama PS TNI, untuk mengikuti Indonesia Soccer Championship (ISC) A musim 2016. Dua tahun berikutnya, pemain kelahiran Ternate, Maluku Utara tersebut memperkuat PSMS selama dua musim.

"Ya harus seperti itu. Jadi seluruh prajurit TNI (termasuk Frets), khusunya prajurit TNI yang ikut di dalam kompetisi harus pertama ya harus kembali kepada habitatnya, mereka prajurit TNI," ujar Manajer PS TIRA, Mayjen TNI Rudi Yulianto ketika dihubungi BolaSkor.com.

"Nanti misalnya di dalam klub PS TNI (PS TIRA) itu apabila di dalam suatu kebutuhan tim misalnya penjaga gawang mungkin lebih (dari) 4 (pemain) silakan mereka bisa berkarya di luar," kata Rudi menambahkan.

Baca Juga:

Penjelasan PS TIRA soal Kabar Merger dengan Persikabo

Tujuan PS TIRA Selipkan Nama Persikabo: Mencari Dukungan Suporter

Terdegradasinya PSMS tidak membuat Rudi kehilangan ketertarikan untuk memulangkan Frets. Para prajurit TNI yang aktif, kata Rudi, diharuskan untuk memperkuat PS TIRA dibanding klub lain.

"Tapi semuanya harus seluruh prajurit TNI yang ikut di dalam Liga 1 ya utamakan kepada PS TNI (PS TIRA)," kata Rudi.

"Ya sama dengan Bhayangkara FC, pasti mengutamakan Bhayangkara-nya (polisinya) dulu. Tetapi kalau di dalam itu mungkin persaingannya cukup banyak ya mungkin bisa dikaryakan atau digunakan tim lain," imbuh Rudi sekaligus memberikan contoh.

Keinginan PS TIRA untuk menggunakan tenaga Frets bakal memupuskan harapan Persib Bandung. Tim berjuluk Pangeran Biru itu disebutkan sangat tertarik memakai jasa pemain yang mencetak enam gol di musim lalu tersebut.

"Jadi tidak boleh tentara membela klub lain, berarti kan mereka tidak menjaga TNI, kan seperti itu," tuturnya mengakhiri.