BolaSkor.com - Partai terakhir Persija Jakarta di Liga 1 musim lalu disebut-sebut telah diatur pada acara Mata Najwa, Rabu (20/2) malam WIB. Seorang perangkat pertandingan yang identitasnya disembunyikan, blak-blakan terkait peran wasit yang memenangkan tim ibu kota.

Pada pertandingan itu, Persija menang 2-1 atas Mitra Kukar. Hasil ini pun membawa tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut meraih gelar juara untuk yang pertama kalinya sejak 17 tahun terakhir.

Kapten Persija, Ismed Sofyan, meminta tuduhan tersebut segera dibuktikan. Tentu, tudingan ini melukai hati skuat Macan Kemayoran yang berjuang selama semusim penuh.

Baca Juga:

Ketum Jakmania Minta Satgas Anti Mafia Bola Jangan Tendensius ke Persija

Wakil Ketua Satgas Antimafia Bola Sebut Tiga Klub yang Tak Pernah Sogok Wasit

"Sebetulnya jangan berbicara saja. Tolong dibuktikan. Segala sesuatu kan harus pakai bukti," ujar Ismed seusai Persija menghadapi TIRA Persikabo di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Kamis (21/2).

"Orang bisa saja ber-statement, tapi kan butuh bukti. Kalau saya rasa, sih tidak (mengganggu tim). Itu kan ada tugasnya satgas (Anti Mafia Bola)," kata Ismed menambahkan.

Di program Mata Najwa semalam, perangkat pertandingan buka-bukaan mengenai peran wasit yang mengesahkan dwigol Persija. Di situ disebutkan, pengadil pertandingan mendapatkan uang yang biasanya bertarif Rp 20 juta.

"Pertandingan final Liga 1 Persija vs Mitra Kukar, yang pasti gol-gol itu kontroversial. Pasti diatur, keputusan gol itu berbau pelanggaran. Pasti diatur," ujar pengakuan perangkat Pertandingan disadur dari akun Twitter Mata Najwa, @MataNajwa.

"Perangkat pertandingan berbicara, ada dapat dari Persija. Biasanya tarifnya 20 juta," pengakuan perangkat Pertandingan.

"Kalau Persija, pasti melalui LO-nya. Yang mengatur dari pihak Persija, biasanya lewat mantan Exco PSSI. Inisialnya F," sebut Perangkat Pertandingan.