BolaSkor.com - Persija Jakarta menyatakan sikapnya atas dinamika yang tengah terjadi pasca Tragedi Kanjuruhan. Tim dengan julukan Macan Kemayoran tersebut secara tegas mendukung proses Tranformasi Sepak Bola Indonesia yang sedang dilakukan PSSI dengan dukungan FIFA dan AFC.

Satgas Transformasi Sepak Bola Indonesia dibentuk PSSI sebagai respons Tragedi Kanjuruhan yang menyebabkan 135 jiwa meninggal dunia dan ratusan lainnya mengalami luka-luka usai menyaksikan pertandingan Arema FC kontra Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10) malam WIB.

Satgas tersebut bertugas merumuskan tata kelola sepak bola Indonesia dengan melakukan sinkronisasi antara para pemangku kepentingan mulai dari PSSI, pemerintah, kepolisian, klub, dan suporter.

Sinkronisasi ini berkaitan dengan perbaikan infrastruktur, perbaikan sistem pengamanan, penyelamatan, manajemen kerumunan hingga manajemen penonton.

"Sepak bola Indonesia harus berbenah. Oleh karena itu, kami mendukung penuh proses transformasi sepak bola yang saat ini sedang dilakukan. Agar sepak bola kita menjadi lebih baik, dan kompetisi dapat kembali digulirkan," kata Presiden Persija, Mohamad Prapanca.

Baca Juga:

Harapan Djadjang Nurdjaman untuk Sepak Bola Indonesia Pasca Tragedi Kanjuruhan

Termasuk Dirut PT LIB, 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan Ditahan

Selain itu, Prapanca juga menegaskan bahwa Persija meminta kasus Tragedi Kanjuruhan diusut sampai tuntas. Sampai Selasa (25/10) ini, baru enam tersangka yang ditahan kepolisian terkait Tragedi Kanjuruhan.

Keenam tersangka tersebut di antaranya Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) Akhmad Hadian Lukita, Ketua Panpel Pertandingan Arema FC Abdul Harris, dan Security Officer Arema FC Suko Sutrisno.

Kemudian ada Komandan Kompi III Brimob Polda Jatim AKP Hasdarman, Kagab Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto serta Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi.

"Persija Jakarta adalah klub sepak bola yang selalu mengedepankan rasa kemanusiaan di atas segalanya. Oleh karena itu, kami berharap tidak ada lagi tambahan korban jiwa akibat Tragedi Kanjuruhan."

"Kami juga berharap, adanya investigasi dan pengusutan secara tuntas atas tragedi tersebut. Tragedi seperti ini tidak seharusnya terjadi dalam sepak bola. Semoga seluruh korban dari tragedi tersebut mendapatkan keadilan," pungkas Prapanca.