BolaSkor.com - Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa PT Liga Indonesia Baru (LIB) akan dilaksanakan pada Senin, (18/5). Banyak agenda yang akan dibahas pada RUPS Luar Biasa tersebut, salah satu kabar yang beredar adalah pergantian komisaris di PT LIB.

RUPS Luar Biasa ini digelar lantaran mayoritas tim di Liga 1 ingin kejelasan tentang kompetisi dan masalah subsidi yang akan diberikan. Namun, Persipura Jayapura tak menyangkan RUPS Luar Biasa ini akan dilaksanakan begitu cepat.

Tidak hanya itu saja, Mutiara Hitam pun turut menanggapi desas-desus tentang pergantian komisaris PT LIB. Ketua Umum Persipura, Benhur Tomi Mano, meminta jika Komisaris PT LIB harus diganti, sang pengganti harus sosok yang independen bukan dari klub atau PSSI.

"Kita dengar-dengar isu bahwa ada upaya untuk menggantikan beberapa komisaris dan pimpinan LIB, entah info itu benar atau tidak, kami belum tahu. Kalau tidak benar ya kami bersyukur, karena menurut kami sejauh ini sudah berjalan baik. Tapi kalau info itu benar, pasti akan sulit mencari orang," ujar Benhur Tomi Mano.

Baca Juga:

Termasuk Pembahasan Nasib Liga 1 dan Liga 2, Ini 6 Agenda RUPS Luar Biasa PT LIB

Salah Satu Komisaris PT LIB Akan Mundur di RUPS Luar Biasa

"Kami sependapat dengan Madura United, lebih baik jangan dari PSSI, dan juga jangan yang terafiliasi dengan klub, agar terhindar dari interest, tidak rangkap jabatan, kecuali posisi komisaris."

"Harus orang yang profesional, punya pengalaman menangani event sepakbola skala nasional, dan bila memungkinkan, yang pernah bekerja pada bidang yang sama. Itu perlu kami minta komitmennya untuk transparan dalam hal keuangan," tambahnya.

Benhur juga memberikan beberapa calon-calon yang dirasa tepat untuk menduduki kursi Komisaris PT LIB. Selain itu, Benhur juga berharap nantinya pengganti dari Komisaris PT LIB harus orang yang memiliki integritas.

"Kalau ditanya siapa yang pantas, menurut kami, ada nama, Maruarar Sirait, Tigor Shalomboboy, dan Tommy Weli, itu menurut Persipura, silakan diuji orang-orang ini, menurut kami mereka adalah profesional, transparan, pernah bekerja pada skala nasional, dan punya integritas," ujar Benhur.

"Ini usulan kami, kami tidak tahu apakah ketiga orang ini bersedia atau tidak, tapi menurut kami, saat ini mereka yang paling layak mengurus kompetisi kita," pungkasnya.