BolaSkor.com - Persis Solo memutuskan untuk menerima risiko disanksi PT Liga Indonesia Baru (LIB) ketimbang mendaftarkan sosok yang ada untuk memenuhi regulasi. Sanksi itu terkait dengan ketiadaan pelatih kepala saat masa berlaku caretaker sudah habis.

Persis Solo dan PSIS Semarang sejatinya menghadapi masalah yang sama. Kedua tim tak kunjung mendaftarkan pelatih kepala setelah berpisah dengan sosok lama pada pertengahan Agustus lalu.

Satu bulan sejatinya merupakan waktu yang sangat panjang. Apalagi, dua pekan di antaranya Liga 1 memasuki masa jeda. Tapi tetap saja dua tim ini gagal mendaftarkan pelatih barunya.

Baca Juga:

Samsul Arif Akui Persis Solo Selalu Kesetanan Lawan Klub Papan Atas

Bali United Vs Persikabo, Tiga Pemain Dipantau untuk Gantikan Brwa Nouri

Yang membedakan, PSIS mengakali regulasi dengan mendaftarkan Ian Andrew Gillan. Sosok yang selama ini menangani PSIS Development ini didaftarkan sementara ke LIB. Ian memiliki lisensi setara AFC Pro yang memenuhi regulasi.

Persis Solo sebenarnya juga punya Jacksen Tiago di dalam klub. Setelah mundur dari tim senior, bisa saja Jacksen didaftarkan sementara agar Persis Solo terhindar dari sanksi.

Namun, Persis Solo pilih menerima risiko adanya sanksi dari PT LIB. Untuk menjelaskan pada PSSI soal masalah yang dihadapi pelatih baru, Persis Solo sudah mengirim surat ke PSSI.

"Kita sudah bersurat ke federasi bahwa kita minta ada penangguhan masa caretaker sampai dua pertandingan, sampai melawan Rans Nusantara FC," ujar Media Officer Persis Solo, Bryan Barcelona, Rabu (28/9).

"Pelatih baru kita sedang melalui proses dokumen Keimigrasian dan penyelesaian dokumen terkait RECC. Secara birokrasi terus berjalan, tapi kita butuh waktu untuk proses penyelesaiannya," lanjut Bryan.

Dalam regulasi Liga 1, ketika tim terlambat mendaftarkan pelatih kepala, maka sanksinya adalah denda Rp100 Juta. Ketika kini molor dua pertandingan, Persis Solo terancam sanksi membayar Rp200 Juta.

"Kalau nanti memang ada sanksi atau denda yang harus dibayar, kita akan mematuhi peraturan yang memang sudah ditetapkan operator liga," tegas Bryan.

Meski sudah memilih, namun sebelum dikenalkan secara resmi, Bryan enggan buka suara. Ia hanya memastikan sosok ini bukan pelatih asal Portugal, Paulo Gomes yang ramai dibicarakan.

"Bukan, bukan itu (Paulo Gomes). Nanti tunggu pengumuman resminya," kata Bryan.

Dengan pengurusan dokumen cukup lama, bisa dipastikan pelatih kepala Persis Solo merupakan sosok baru di Liga 1. RECC merupakan dokumen penyetaraan lisensi kepelatihan yang diterbitkan AFC, untuk pelatih yang berasal dari luar Asia. (Laporan Kontributor Putra Wijaya)