BolaSkor.com - Paulo Dybala menjadi satu dari sedikit pemain Juventus yang memberikan tribute khusus kepada Maurizio Sarri. Ia berterima kasih kepada mantan pelatihnya tersebut yang baru saja kehilangan pekerjaan.

Sarri dipecat dari pekerjaannya sebagai sebagai pelatih Juventus setelah semusim menjabat. Keputusan pahit itu diterima tak lama usai Bianconeri tersingkir dari ajang Liga Champions karena kalah agresivitas gol tandang dari Olympique Lyon.

Menariknya, tak banyak dari pemain Juventus yang memberikan pesan perpisahan kepada Sarri. Hal ini seolah membuktikan hubungan buruk sang pelatih dengan anak-anak asuhnya.

Baca Juga:

Dari Maestro Menjadi Mister, Alasan Juventus Pilih Andrea Pirlo

Resmi Tangani Juventus, Andrea Pirlo Dapat Peringatan Keras dari Mantan Tandemnya

Rencana Pemecatan Maurizio Sarri Dibuat Juventus Sebelum Tersingkir dari Liga Champions

Namun sehari setelah momen pemecatan, Dybala mengunggah sebuah pesan singkat yang ditujukan kepada Sarri lewat media sosial. Intinya, ia berterima kasih kepada mantan pelatihnya tersebut.

"Terima kasih banyak untuk semuanya Pak!" tulis Dybala di Twitter.

Dybala nampak merasa berutang budi kepada Sarri. Seperti diketahui, pemain berkebangsaan Argentina itu dinobatkan sebagai pemain terbaik Serie A musim 2019-2020.

Menariknya, hubungan Dybala dan Sarri sempat renggang pada awal musim ini. Sang pelatih sempat ingin menjualnya karena tak masuk skema permainan yang diterapkan.

Dybala sudah sangat dekat untuk pindah ke Manchester United. Namun pada akhirnya ia tetap bertahan di Juventus.

Dybala sempat menjadi penghuni bangku cadangan Juventus di awal musim. Sarri menganggap menduetkannya dengan Cristiano Ronaldo membuat permainan timnya tak seimbang terutama dalam bertahan.

Hanya butuh waktu sebulan bagi Dybala mengubah pandangan Sarri. Ia mulai sering ditampilkan sebagai starter hingga rutin mencetak gol dan assist.

Total, Dybala mencetak 17 gol dan 14 assist dari 46 laga di bawah asuhan Sarri. Permainannya tentu juga semakin berkembang karena sempat dipasang di beberapa posisi berbeda.

Hubungan yang pasang surut antara pelatih dan pemain merupakan hal yang wajar terjadi dalam dunia sepak bola. Lewat pesan sederhananya tersebut, Dybala menunjukkan kedewasaannya sebagai manusia.