BolaSkor.com - Wakil presiden ekonomi Barcelona, Eduard Romeu, mengomentari kabar ketertarikan Barca membawa kembali Lionel Messi. Romeu membenarkan isu tersebut.

Kepergian Lionel Messi dari Barcelona mengejutkan banyak orang. Namun, Barca tidak bisa berbuat banyak karena terbentur peraturan batasan pengeluaran dari LaLiga.

Rupanya, hingga saat ini Barcelona masih belum bisa melupakan Messi yang sudah membela Paris Saint-Germain. Barca dikabarkan berencana memboyong kembali La Pulga ketika kontrak berakhir pada musim panas 2023.

Kabar tersebut semakin deras terdengar. Apalagi, Joan Laporta menegaskan jika Barcelona masih punya utang budi kepada Messi. Kali ini, pernyataan datang dari Eduard Romeu yang berbicara kepada El Matí de Catalunya Ràdio.

Baca Juga:

Ada Udang di Balik Batu, Alasan Barcelona Jarang Mainkan Gerard Pique

Maaf Barcelona, Lionel Messi Bahagia di PSG

Kabar Baik untuk Barcelona, Lionel Messi Enggan Perpanjang Kontrak dengan PSG

"Jika Messi kembali, itu akan gratis. Jadi, itu akan layak pada wilayah saya kendati tidak memilikinya dalam anggaran. Messi adalah ikon klub dan Barcelona akan selalu menjadi rumahnya. Itu akan menjadi keputusan teknis," terang Romeu.

Romeu menambahkan, Barcelona telah merancang struktur finansial agar masalah pendaftaran pemain baru tidak terulang kembali. Apalagi, keuangan Barca juga mulai membaik.

"Barca tidak akan memiliki masalah pada musim panas mendatang dengan struktur yang telah kami siapkan," ujar Romeu.

"Kami telah menyelamatkan Barcelona, tetapi masih belum menyelesaikannya. Itu akan melibatkan banyak penghematan, ketelitian, dan banyak pekerjaan yang harus dilakukan."

Pengeluaran dari sisi gaji menjadi satu di antara masalah yang harus diselesaikan manajemen Barcelona. Saat ini, Barca dikabarkan memangkas hampir 150 juta euro dari sisi pengeluaran gaji pemain.

"Ada banyak pergerakan dalam kontrak dan penundaan. Dalam beberapa musim, kami akan mendapatkan gaji yang masuk akal," ungkap Romeu.

Kendati demikian, Barcelona juga tidak lepas dari kritik. Barca dituding bertindang semena-mena dalam kasus Frenkie de Jong. Barca mendorong sang pemain untuk hengkang jika tidak bersedia gajinya dipangkas. Padahal, pada saat yang bersamaan Barcelona juga punya utang pembayaran gaji kepada De Jong.