BolaSkor.com - Medio 2008 hingga 2012 menjadi era keemasan sepak bola Spanyol yang menikmati dampak dari permainan indah, menghibur, dan ofensif Barcelona arahan Pep Guardiola yang terkenal dengan istilah tiki-taka.

Berkat permainan itu Spanyol menguasai sepak bola Eropa dan dunia dengan raihan dua titel Piala Eropa (2008 dan 2012) dan satu Piala Dunia (2010). Barcelona secara tidak langsung berkontribusi besar dalam menuliskan tinta emas sejarah sepak bola Spanyol.

Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Gerard Pique, Carles Puyol, dan Sergio Busquets membawa filosofi tiki-taka itu ke ranah internasional yang disempurnakan kualitas pemain top lainnya seperti David Villa, Fernando Torres, Xabi Alonso, dan Sergio Ramos.

Baca Juga:

Ketika Piala Dunia Dilahirkan di Amsterdam demi Perdamaian Dunia

3 Pemain Paling Sering Dilanggar di Satu Laga Piala Dunia

Quique Setien Sudah Berbicara soal Tiki-Taka Sejak 43 Tahun Silam

Pola permainan Spanyol sangat kental dengan penguasaan bola dan permainan ofensif yang menghasilkan banyak gol. Namun tak ada gading yang tak retak, permainan Spanyol ala tiki-taka itu juga memiliki kelemahan dan tak selamanya efisien.

Bukti itu bisa dilihat pada Piala Dunia 2014. Selayaknya juara bertahan Spanyol juga dijagokan untuk setidaknya ke final lagi dan menjadi juara. La Furia Roja - julukan Spanyol - berada di grup B bersama Belanda, Chili, dan Australia.

Di atas kertas Belanda bisa jadi pesaing Spanyol untuk lolos ke fase berikutnya dan Chili tim kuda hitam. Prediksi itu pun meleset. Spanyol gagal lolos penyisihan grup dan hanya berada di urutan tiga di bawah Belanda dan Chili.

Spanyol vs Belanda

Laga pertama Spanyol di fase grup menjadi momen yang memengaruhi kepercayaan diri mereka. Bermain melawan Belanda di Salvador, Brasil pada 13 Juni 2014 (enam tahun lalu) secara mengejutkan Spanyol keok dengan skor telak ... 1-5.

Hasil yang sungguh tak terduga. Spanyol tetap dengan permainan ala itiki-taka mereka di bawah arahan Vicente Del Bosque, tetapi Belanda dengan kejeniusan taktik Louis van Gaal memainkan anti-taktik penguasaan bola Spanyol: 5-3-2.

Formasi itu bisa fleksibel berubah dan melakukan transisi dalam fase bertahan (tetap 5-3-2) dan menjadi (3-5-2) ketika bermain ofensif. Siapa sangka sistem yang diterapkan Van Gaal efisien mematikan permainan Spanyol.

"Louis van Gaal telah melakukan sesuatu yang tidak pernah dipikirkan pelatih lain. Dia mengubah sistem yang amat dibanggakan oleh Belanda: 4-3-3. Saya pikir itu langkah yang sangat berani, sebab sistem itu seperti sudah disucikan di Belanda," tutur Frank Arnesen di Guardian.

"Bermain dengan 5-3-2, yang sangat defensif dan sangat mengandalkan serangan balik, sungguh tak bisa dipercaya. Dia menunjukkan keberanian dan dia tahu apa yang dia lakukan, karena mereka menang 5-1."

Satu gol Spanyol lahir dari penalti Xabi Alonso di menit 27. Sementara empat gol Belanda dicetak Robin van Persie (44' 72'), Arjen Robben (53' 80'), dan Stefan de Vrij (64').

Di antara gol itu gol Van Persie di menit 44 menjadi gol bersejarah dengan caranya mengonversi umpan lambung Daley Blind. Legenda Arsenal dan Manchester United itu menanduk dan me-lob bola sembari melompat menjatuhkan diri.

Van Persie melihat Iker Casillas keluar dari sarangnya dan bola berhasil masuk ke gawang Spanyol. Momen ketika Van Persie menanduk bola itu diabadikan melalui berbagai macam gambar dan karikatur menarik.

Robin van Persie

"Setelah mencetak gol, stadion pecah, bangku cadangan juga pecah, begitu pula dengan kepala saya (terbawa euforia). Saya melakukan apa yang belum pernah saya lakukan sebelumnya. Saya menatap bola itu ketika terbang hingga saya mendarat dengan wajah yang mencium tanah," cerita Van Persie soal golnya tersebut.

"Saya merasa harus merayakan dengan istri dan anak-anak. Tapi sebelum menuju ke sana Van Gaal mendekati. Saya ingin merayakan dengan semua orang dan tentunya dia."

"Gol itu tak cuma menjadi mimpi yang jadi nyata, tapi juga mengubah banyak hal setelah Piala Dunia. Itu menjadi cara si bos bergabung dengan Manchester United."

Percaya atau tidak Spanyol benar-benar terpukul dengan kekalahan telak itu. Pada laga berikutnya mereka kalah dua gol tanpa balas melawan Chili dari gol Eduardo Vargas (20') dan Charles Aranguiz (43'). Kalah dua kali beruntun menyulitkan Spanyol untuk lolos.

Timnas Spanyol pada Piala Dunia 2014

Benar saja mereka duduk di urutan tiga grup B dan di laga pamungkas meraih kemenangan hiburan dengan skor 3-0 atas Australia dari gol yang dicetak David Villa (36'), Fernando Torres (69'), dan Juan Mata (82').

Spanyol tak lagi sama setelahnya apalagi Piala Dunia 2014 itu menjadi panggung terakhir bagi beberapa pemain membela timnas sebelum pensiun seperti: Xavi, Xabi Alonso, Villa, Torres, Casillas.

Spanyol sampai saat ini tetap mengandalkan penguasaan bola tapi tidak lagi ada permainan tiki-taka dengan pola serangan cepat, transisi bermain yang bagus dan fleksibel. Luis Enrique tengah meregenerasi skuat dengan pemain-pemain muda berbakat.