BolaSkor.com - Tim nasional Iran selalu akan menghadapi tantangan saat mencoba bersaing dengan negara-negara yang lebih mapan di Piala Dunia. Kini hambatan baru muncul.

Hanya beberapa hari sebelum Iran melakoni pertandingan pembuka melawan Maroko, para pemain Iran kelimpungan terkait situasi sepatu mereka. Hal ini terjadi setelah Nike, yang sebelumnya memasok sepatu tim, mengatakan akan menghentikan pasokan karena sanksi ekonomi global terhadap negara itu.

Kondisi ini tak lepas dari keputusan pemerintahan Donald Trump yang baru-baru ini untuk menarik diri dari kesepakatan nuklir internasional dengan Iran yang dibuat tiga tahun lalu dan mengintensifkan pembatasan terhadap Iran.

"Sanksi AS berarti bahwa, sebagai perusahaan Amerika, Nike tidak dapat menyediakan sepatu untuk pemain di tim nasional Iran saat ini," demikian pernyataan dari Nike.

Federasi Sepak Bola Iran kontan bingung dan frustrasi. Pasalnya selama ini Nike tetap memasok produk mereka meski dalam situasi serupa. Pada Piala Dunia 2014 ketika sanksi serupa diberlakukan, Iran masih dipasok oleh Nike.

Karena itulah Federasi Sepak Bola Iran mengirim surat kepada FIFA meminta penjelasan serta bantuan dalam menyelesaikan masalah ini. Belum ada keterangan resmi dari FIFA terkait kondisi yang dialami Iran.

Pelatih Iran, Carlos Queiroz, mengaku jengkel dengan langkah itu. "Para pemain terbiasa dengan peralatan olahraga mereka, dan itu tidak benar untuk mengubahnya seminggu sebelum pertandingan penting."

Para pemain Iran telah mengambil berbagai langkah untuk memastikan mereka akan memiliki perlengkapan yang dibutuhkan. Beberapa pemain telah meminta rekan satu klub yang non-Iran untuk meminjamkan sepatu. Sementara yang lain harus membeli alas kaki mereka sendiri di toko.

Namun, kondisi ini tentu tak ideal karena sebagian besar tim di Piala Dunia yang disokong sponsor sepatu memiliki banyak pilihan sepatu yang disesuaikan dengan pemain masing-masing.

Terkait dengan perlengkapan pertandingan, Iran sendiri pada Piala Dunia 2018 ini menggunakan jersey buatan Adidas, meskipun perusahaan Jerman tiu tidak mensponsori tim.