BolaSkor.com - Bek timnas Belanda, Virgil van Dijk, bukan kacang lupa kulit kepada pemain timnas Senegal, Sadio Mane. Keduanya pernah saling bekerja sama demi kesuksesan di Liverpool dan kini keduanya jadi rival di level timnas.

Belanda dan Senegal berada di grup A Piala Dunia 2022 bersama Ekuador dan tuan rumah, Qatar. Sayangnya kekuatan Senegal arahan Aliou Cisse berkurang dengan cederanya Mane kala memperkuat Bayern Munchen.

Meski namanya dibawa Cisse dalam 26 nama pemain, pemain berusia 30 tahun itu cedera dan sudah dikonfirmasi absen oleh Federasi Sepak Bola Senegal yang diwakili anggotanya, Abdoulaye Sow. Bahkan ada potensi ia absen selama Piala Dunia karena cedera tersebut.

Baca Juga:

Sepp Blatter: Tuan Rumah Piala Dunia 2022 Harusnya Bukan Qatar

Pesan Angel Di Maria untuk Timnas Argentina: Jangan Terlalu Bergantung kepada Lionel Messi

7 Pencoretan Pemain Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia

"Kami akan memainkan laga pertama tanpa Sadio dan (berusaha) menang tanpa Sadio, karena kami punya 25 pemain terlepas dari Sadio. Tidak ada satu pun yang menginginkannya, tapi itulah yang terjadi kepada kami," terang Sow.

Hal itu tentunya mengurangi kekuatan Senegal karena Mane salah satu pemain terbaik mereka dengan 93 caps dan 34 gol. Mane absen saat Senegal memainkan laga pertama lawan Belanda pada 21 November 2022.

Van Dijk menilai Senegal bakal tetap jadi tim yang bisa menyulitkan dengan atau tanpa Mane. Tetapi di satu sisi berbeda ia juga memberikan dukungan kepada Mane karena ia juga pernah berada di posisinya saat ini.

"Akan sulit (melawan Senegal) jika dia bermain, ya atau tidak. Saya tidak berpikir dia akan bermain, tetapi mereka memiliki tim yang fantastis," ucap Van Dijk seperti dilansir dari Goal.

"Tentu saja. Saya merasa sedih untuknya, pertama dan yang paling penting. Saya tidak senang dalam hal ini dan saya pernah berada dalam situasi di mana saya melewatkan Piala Eropa (2021)."

"Kami sebagai pemain, kami bekerja sangat keras untuk mencapai tahap ini dan dia telah menjadi sosok yang sangat penting dalam grup itu, untuk negara mereka."

"Saya tahu pasti bahwa dia akan memasang wajah berani, tetapi itu sulit dan saya kasihan padanya. Saya hanya ingin mengatakan kepadanya bahwa apakah dia bermain, ya atau tidak, itu akan menjadi pertandingan yang sulit," pungkas pemain berusia 31 tahun tersebut.