BolaSkor.com - Ajang akbar Piala Eropa 2020 sudah di depan mata. Karena beberapa alasan, turnamen kali ini menjadi perhelatan yang unik.

Turnamen ini merupakan ajang yang tertunda setahun karena pandemi Covid-19, meski pada penamaan masih memakai tahun 2020. Turnamen juga unik karena diadakan di 11 negara yang total berjarak 4.766 kilometer.

Selain itu Piala Eropa 2020 bisa dikatakan masih dalam dibayangi kecemasan, karena pandemi Covid-19 belum berakhir. Bahkan di beberapa negara kembali terjadi lonjakan. Karena itu muncul pertanyaan terkait gelaran Piala Eropa 2020 di tengah pandemi.

Apakah akan ada penonton?

UEFA memastikan seluruh 51 pertandingan digelar dengan kehadiran penonton di dalam stadion. Namun persentase jumlah kehadiran penonton di tiap stadion berbeda-beda.

Yang terbesar, Stadion Puskas Arena di Budapes yang berkapasitas 68.000 tempat duduk rencananya akan menampung 100 persen. Sedangkan Stadion Wembley dan Hampden Park hanya bisa menerima 25 persen dari kapasitas yang tersedia. Wembley akan menampung 22.500 penonton, sedangkan Hampden Park 12.000.

Sementara di St Petersburg dan Baku akan menerima 50 persen kapasitas. Sedangkan Amsterdam, Bucharest, Kopenhagen, Munchen, Roma, dan Sevilla, antara 22 hingga 45 persen.

Keputusan jumlah penonton yang bisa masuk stadion diambil oleh negara masing-masing, bukan UEFA.


Apakah fans harus jalani tes?

Bagi fans yang beruntung memiliki tiket, harus menjalani beberapa tahapan sebelum bisa masuk ke dalam stadion. Setiap kota memiliki aturan masing-masing, namun semua mewajibkan penggunakan masker di setiap pertandingan.

Akan ada pos sanitiser di setiap sudut stadion dan fans diminta untuk tidak sering-sering meninggalkan tempat duduknya. Selain itu fans juga diminta tidak melakukan kontak dekat dengan yang lainnya.

Untuk tes, kota-kota seperti Glasgow, Munich, dan Baku belum memberi kepastian apakah fans wajib menjalani tes sebelum masuk ke stadion.

Sedangkan di London, Buchares, Budapes, kopenhagen, dan Roma, penonton harus menujukkan bukti vaksinasi atau hasil tes negatif. Khusus London saat ini aturan tersebut hanya berlaku untuk pertandingan fase grup.

Sedangkan di Amsterdam dan Sevilla, fans harus menunjukkan hasil tes negatif Covid-19 untuk bisa masuk ke dalam stadion.


Dampak terhadap tim?

Tim-tim yang bertanding di Inggris dan Skotlandia memutuskan tidak menggunakan basecamp seperti rencana semula. Hal ini efek dari aturan penanganan Covid-19 yang dinilai terlalu ketat.

Tim seperti Kroasia dan Republik Ceko memutuskan untuk terbang ke Inggris Raya dan langsung kembali untuk melakukan tiga pertandingan sisa.

Sebelumnya kedua tim tersebut akan menempati basecamp di Skotlandia. Namun kini mereka harus terbang tiap pertandingan. Hal ini karena Skotlandia menerapkan karantina seluruh tim jika ada kasus positif Covid-19, meski hanya satu orang.

Perubahan lain adalah, setiap tim diperbolehkan membawa 26 pemain, dibandingkan aturan biasanya yang hanya 23. Penambahan ini untuk mengurangi beban pemain setelah menjalani kompetisi klub yang sangat padat. Selain itu penambahan juga agar pelatih bisa memiliki pilihan jika ada pemain yang dinyatakan positif di tengah turnamen.

Tim akan ada dalam gelembung dan menjalani tes sebelum bertanding. Namun pemain tidak wajib menjalani vaksinasi.

Simak rangkuman keseruan Piala Eropa 2020 di sini.