BolaSkor.com – Berulang kali Persebaya Surabaya menghadapi ketidakpastian di Piala Indonesia 2018. Walaupun cukup mengganggu masa persiapan tim, namun Persebaya hanya bisa pasrah. Mereka menilai hal ini lumrah di sepak bola Indonesia.

Persebaya sedang dilanda ketidakpastian arena pertandingan melawan Persinga Ngawi. Laga ini seharusnya dilangsungkan Selasa (22/1) kemarin. Namun karena tidak mendapatkan izin pertandingan, partai tersebut ditunda Rabu (30/1) besok.

Problem yang sama, yakni ketidakjelasan tempat pertandingan, kembali ditemui Persebaya. Skuat Persebaya mencoba tidak merisaukan kondisi ini. Mereka berpatokan bahwa laga akan dilangsungkan 30 Januari.

“Sampai dengan saat ini kami fokus bermain pada 30 Januari nanti. Jika diundur kembali, coach Djadjang (Nurdjaman) akan membuat program lagi,” ujar asisten pelatih Persebaya Bejo Sugiantoro.

Baca Juga:

Wawancara Eksklusif Hansamu Yama Pranata: Antara Persebaya, Bejo Sugiantoro, dan Kisah Cinta

Kesan Pertama Alwi Slamat Berlatih Bersama Persebaya Surabaya

Problem serupa pernah ditemui Persebaya pada babak 128 besar Piala Indonesia melawan PSBI Blitar. Akar masalahnya pun sama, yakni ketidak mampuan tuan rumah, yakni PSBI, mendapatkan izin pertandingan.

Laga kontra PSBI akhirnya dilangsungkan di tempat netral, yakni Stadion Jala Krida Mandala AAL Bumimoro. Persebaya memenangkan pertandingan ini dengan skor telak 14-0. Ini adalah rekor kemenangan terbesar Persebaya dalam satu dekade terakhir.

“Sepak bola di Indonesia memang seperti itu. Bukan hanya faktor di lapangan saja yang menentukan, faktor di luar lapangan seperti izin juga menentukan. Tetapi, karena kami bagian dari sepak bola Indonesia, ya harus dijalani,” ucap Bejo pasrah. (Laporan Kontributor Keenan Wahab/Surabaya)