BolaSkor.com - “Sepak bola merupakan hiburan rakyat yang bisa menyatukan masyarakat dari sabang sampai marauke,” kalimat itu memang terlihat sangat sepele, namun banyak makna yang tersirat pada kalimat tersebut. Ini juga yang tercermin dalam Piala Presiden 2019 dimana semua seporter bisa menyatu meski baju mereka berbeda.

Bagaimana tidak, sampai dengan saat ini, sepak bola masih menjadi olahraga nomor satu yang paling populer di Indonesia. Hampir jutaan orang sangat menyukai olahraga ini namun, kepercayaan para pencita sepak bola Tanah Air mulai menipis seiring dengan banyaknya kasus yang terjadi di Indonesia.

Di tengah situasi yang cukup pelik yang dialami oleh sepak bola Indonesia terutama dalam hal mafia bola, pengaturan skor dan banyak petinggi dari PSSI yang menjadi tersangka. Tapi Piala Presiden 2019 hadir dan bisa memperlihatkan kalau sepak bola itu bisa sesehat ini.

Baca juga:

Piala Presiden 2019: Kembalinya Mazhab Sepak Bola Pemersatu Bangsa dan Hiburan Rakyat di Tengah Fanatisme Pemilu

Piala Presiden 2019 bak oasis yang ada di padang gurun. Sempat dipandang sebelah mata karena tahun ini merupakan pesta demokrasi terbesar di Indonesia. Tapi perlahan, image mereka mampu berubah. Bahkan Piala Presiden ini, mampu mengembalikan kepercayaan masyarakat yang telah hilang karena keterbukaannya.

Hiburan rakyat yang hampir direngut oleh para oknum yang ingin meraup keuntungan dari sepak bola pun akhirnya kembali seperti semula. Suporter kembali berbondong-bondong hadir untuk kembali menyaksikan olahraga yang paling populer di Indonesia ini.

“Sekarang kami bisa buktikan, kalau sepak bisa transparan dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Bahkan kami pun bisa mendapatkan sponsor yang banyak dari gelaran Piala Presiden 2019. Ini bukti saat kalau sepak bola Indonesia bisa, bisa tanpa pengaturan skor dan bisa tanpa mafia,” kata Ketua Steering Committee Piala Presiden 2019, Maruarar Sirait.

Ketua Steering Committee Piala Presiden 2019, Maruarar Sirait. (pialapresiden.id)
Ketua Steering Committee Piala Presiden 2019, Maruarar Sirait. (pialapresiden.id)

Sekedar informasi saja, sepanjang gelaran Piala Presiden 2019 dari penyisihan grup di lima kota jumlah penonton yang hadir mencapai 195.535 orang dengan pendapatan total Rp 5.056.672.275. Sementara data pedagang kaki lima dan asongan mencapai 2.883. Ini bukti dari transparannya Piala Presiden yang membangun kembali citra baik sepak bola Indonesia.

Tidak hanya soal transparansi saja, Piala Presiden kali ini juga menjadi bukti kalau ajang ini selalu bisa menjadi pemersatu suporter. Salah satu yang fenomena ialah ikrar damai yang dilakukan oleh suporter Arema FC, Aremania dan suporter Persebaya Surabaya, Bonek,

Baca Juga:

Build Trust in Society, Nilai Tersembunyi Piala Presiden untuk Kemajuan Bersama

Ini memang kejadian yang sangat luar biasa, siapa yang tidak mengetahui rivalitas dari keduanya. Bahkan bisa dibilang rivalitas keduanya sudah mendarah daging. Tapi lagi, Piala Presiden 2019 bisa menjadi ajang pemersatu. Banyak yang berharap, Ikrar damai ini tidak berlangsung di Piala Presiden saja, tapi bisa berimbas pada Liga 1 yang sebentar lagi akan dimulai.

Kehadiran suporter Persebaya Bonek dan Boneka untuk penderita kanker. (BolaSkor.com/Kurniawan)

“Jangan sampai jawa rimur dicap sebagai kampungan. Salam satu nyali, wani! Persebaya Surabaya. Salam satu jiwa, Arema FC. Saya ingin yang satu nyali guyub rukun, yang satu jiwa juga guyub rukun,” ini lah kata Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa sebelum laga final kedua tim berlangsung.

Dan banyak sekali harapan dari Piala Presiden 2019 ini lah kedua suporter ini bisa benar-benar menghapus citra buruk mereka dan bengubahnya menjadi persaudaraan yang ketat. Ini berlaku untuk semua suporter saja, karena sepak bola bisa jadi tempat untuk menjalin tali persaudaraan yang sangat kuat.