BolaSkor.com - Pol Espargaro tampaknya belum bisa melupakan kenangan pahitnya bersama Honda. Baru-baru ini, pembalap asal Spanyol itu membeberkan keburukan tim lamanya kepada publik.

Pol Espargaro mengaku balapan bersama Honda menjadi mimpi terburuk yang pernah dialaminya. Honda dianggap telah mengucilkan dirinya dalam pengembangan motor RC213V.

Sebab Honda terlalu fokus dengan pengembangan yang dilakukan Marc Marquez. Akibat hal ini Pol Espargaro terkesan diacuhkan hingga akhirnya gagal meraih hasil positif.

Cara kerja ini berbeda saat Pol Espargaro masih berseragam KTM. Saat itu KTM dengan tangan terbuka selalu mendengarkan masukan dari Pol Espargaro. Imbasnya motor KTM dapat berkembang sedikit lebih baik.

“Beginilah saya bekerja di KTM. Di KTM, hingga ke Valencia, saya mencoba beberapa komponen baru. Di Valencia pertama kalinya saya mencoba alat penurun ketinggian untuk mereka, di mana sekarang menjadi hal besar, jadi balapan terakhir saya mencobanya untuk mereka dan menolong mereka berkembang,” ujar Pol Espargaro, dikutip dari crash.net.

“Mereka memiliki cara bekerja yang berbeda. Saya pikir apa yang ditinggalkan salah, saya menilai seperti itu, tetapi inilah cara kerja mereka (Honda). Saya bukanlah siapa-siapa untuk memberi tahu mereka, saya hanya pembalap yang mengendarai motor, itu saja,” tambahnya.

Pol Espargaro mengaku pada dasarnya dia sulit menerima cara kerja Honda. Namun karena tidak dapat melakukan apa pun, Pol Espargaro terpaksa diam. Saudara dari Aleix Espargaro ini akhirnya hanya melakukan apa yang diperintahkan Honda.

“Sangat sulit menerimanya, tetapi ini bukan mere saya (lagi), ini bukan motor saya, saya hanya laki-laki yang dibayar untuk mengendarai motor, itu saja. Saya melakukan apa yang mereka inginkan,” kata Pol Espargaro.

“Jelas saya tidak menyukainya dan terlihat mereka hanya membuang waktu dan uang untuk saya, karena saya bisa saja termotivasi dan berada di kapasitas maksimal, membuat hasil dan menikmati beberapa hal. Namun saya tidak tahu apakah mereka tidak ingin melakukannya karena tidak ingin atau karena tidak bisa. Jadi inilah alasan saya berada di sini sekarang,” pungkasnya.

Penulis: Bintang Rahmat