BolaSkor.com - Kekalahan 1-2 Inter Milan dari Sassuolo "menghancurkan" suasana ruang ganti La Beneamata. Mereka sadar, kekalahan itu mengecilkan kans Inter untuk mengkudeta Lazio di urutan empat klasemen alias zona Liga Champions. Kini, semua bergantung kepada hasil laga Crotone kontra Lazio di pekan 37 Serie A.

Jika Crotone, tim yang masih bertarung lolos dari zona degradasi, bisa mengalahkan Lazio, maka Inter masih punya kans masuk empat besar saat melawan Lazio di pekan terakhir Serie A pekan depan. Sebaliknya, jika Lazio meraih kemenangan, maka pupus sudah harapan Inter bermain di Liga Champions dan mereka harus menerima nasib bermain di Liga Europa.

Andai benar yang terjadi seperti itu, maka ada kemungkinan Inter akan menjual kapten sekaligus penyerang terbaik mereka, Mauro Icardi, yang sudah mencetak 28 gol musim ini di Serie A - terpaut satu gol kurang dari Ciro Immobile.

Penjualan Icardi bisa menyeimbangkan neraca keuangan Inter, yang akan kehilangan banyak penghasilan dengan absensi bermain di Liga Champions. Belum lagi, ada aturan Financial Fair Play (FFP) yang melarang keuangan klub memiliki defisit dengan jumlah tertentu. Menjual Icardi yang punya harga transfer 75 juta euro, serta ketertarikan banyak klub Eropa, menjadi solusi penyelesaian masalah itu.

Icardi, 25 tahun, tidak memungkiri hal tersebut. Apabila Inter merasa hal terbaik adalah menjualnya, maka Icardi dengan lapang dada menerima keputusan tersebut. Meski itu harus meninggalkan klub yang sudah dibelanya sejak tahun 2013.

"Saya ulangi tiap tahunnya, saya akan berbicara kepada klub (terkait masa depan). Jika bagus untuk tim saya bertahan, maka saya akan bertahan, jika sebaliknya, saya akan pergi," tegas Icardi, diberitakan ESPN, Minggu (13/5).

"Saya akan selalu melakukan yang terbaik untuk klub dan tim. Ketika musim berakhir, kami akan berbicara kepada klub dan melihat apa yang terbaik untuk mereka," sambung pemain yang dihubungkan dengan Arsenal, Real Madrid, dan Manchester United itu.