BolaSkor.com - Pamor LaLiga diprediksi bakal menurun dengan kepergian dua bintang langsung di bursa transfer musim panas 2021, yaitu Sergio Ramos dan Lionel Messi. Untuk beberapa orang bisa jadi demikian, tapi pecinta sepak bola Spanyol akan tetap menantikan perjalanan musim 2021-2022.

LaLiga menatap musim baru tanpa legenda Real Madrid dan Barcelona. Di satu sisi kehilangan pemain legendaris di liga cukup disayangkan, tapi di satu sisi berbeda sepak bola akan terus berjalan tanpa mereka.

Jika dilihat secara garis besar kepergian Ramos dan Messi semakin membuat persaingan terbuka di LaLiga mulai musim 2021-2022. Tidak ada kekuatan yang dominan lagi dan makna dari terbuka itu terjadi di persaingan secara menyeluruh.

Baca Juga:

Profil Calon-calon Juara dan Kuda Hitam Titel LaLiga 2021-2022

Profil Singkat 3 Klub Promosi LaLiga 2021-2022

Era Baru Tanpa Lionel Messi, Berikut 6 Calon Top Skorer LaLiga 2021-2022

Persaingan di papan bawah klasemen untuk menjauh dari zona degradasi, finish di papan tengah, perebutan zona Eropa hingga titel juara. Belum lagi dengan hadirnya tiga klub promosi: Rayo Vallecano, RCD Mallorca, dan RCD Espanyol.

Atletico Madrid sebagai juara bertahan LaLiga juga akan menghadapi ujian dari rival sekota, Real Madrid, dan Barcelona dalam perebutan titel LaLiga. Belum lagi dengan tim-tim kuda hitam yang selalu bersaing di papan atas klasemen.

BolaSkor.com akan menjabarkan bagaimana persaingan titel LaLiga 2021-2022 dari papan bawah klasemen hingga atas.

Kandidat Juara: Real Madrid, Atletico Madrid, Barcelona

El Clasico

Tidak mungkin menyingkirkan tiga kuda pacu langganan persaingan titel liga setiap tahunnya. Atletico Madrid akan berusaha mempertahankan status juara mereka melawan dua rival, Barcelona dan Real Madrid.

Atletico masih diunggulkan untuk menjadi juara karena mereka semakin bertambah kuat musim ini. Pertama, Atletico tidak ditinggal pemain-pemain kunci, masih dilatih Diego Simeone, dan bertambah kuat dengan adanya Rodrigo De Paul yang direkrut dari Udinese.

Los Colchoneros masih akan jadi lawan yang sulit ditaklukkan dengan permainan mereka: kuat kala bertahan, mengandalkan serangan balik, ngotot dalam merebutkan bola. Jika mereka mempertahankan konsistensi, khususnya melawan tim-tim papan tengah maka peluang mempertahankan titel semakin besar.

Luis Suarez, Koke, Joao Felix, hingga Jan Oblak masih jadi pemain-pemain penting untuk Atletico.

Beralih ke rival sekota, Real Madrid. Los Blancos memasuki periode kedua di bawah arahan Carlo Ancelotti yang menggantikan Zinedine Zidane. Kualitas dan pengalaman Ancelotti tak perlu dipertanyakan lagi, terutamanya dengan kesuksesan besarnya di Eropa.

Madrid kehilangan dua pemain andalan di jantung pertahanan, Ramos dan Raphael Varane, tetapi mereka bisa digantikan dengan Eder Militao, David Alaba, dan Nacho Fernandez. Selain keduanya tidak ada perubahan signifikan.

Hadirnya Alaba semakin melengkapi skuad yang sudah kuat dengan Toni Kroos, Luka Modric, Casemiro, Isco, dan Karim Benzema. Belum lagi jika Eden Hazard dalam kondisi prima dan tampil seperti saat membela Chelsea.

Jadi, Madrid hanya perlu menemukan momentum bermain dan mereka akan sulit dihentikan dalam perburuan titel LaLiga.

Berikutnya adalah Barcelona. Blaugrana menatap bab baru tanpa Lionel Messi untuk kali pertama sejak 17 tahun lalu, namun di satu sisi mereka punya empat pemain baru: Sergio Aguero, Memphis Depay, Eric Garcia, dan Emerson.

Barcelona tanpa Messi bisa jadi melemah atau justru semakin kuat, sebab kini tak lagi bergantung kepada satu pemain untuk menentukan hasil pertandingan. Jika Ronald Koeman bisa menutupi kepergian Messi maka kans Barca memenangi LaLiga juga terbuka lebar.

Empat Besar: Real Madrid, Atletico, Barcelona, Sevilla

Sevilla kontra Barcelona musim lalu

Posisi empat besar berpotensi besar terjadi seperti musim lalu. Atletico, Madrid, Barcelona, dan Sevilla berpotensi besar menempati zona Liga Champions. Tiga tim pertama sulit disingkirkan dari tiga besar, jadi persaingan terbuka di urutan empat klasemen alias batas akhir zona Liga Champions.

Sevilla sudah dilatih oleh Julen Lopetegui sejak 2019. Di bawah arahannya Sevilla bermain bagus dan acapkali merepotkan tim seperti Madrid, Barcelona, dan Atletico. Apalagi Sevilla sudah mendapatkan Erik Lamela sebagai rekrutan anyar.

Akan tapi tidak akan mudah bagi Sevilla menjaga posisi itu, sebab ada pesaing-pesaing yang juga merebutkan empat besar seperti Villarreal, Real Betis, Real Sociedad, dan bahkan Valencia.

Kekuatan Sociedad tidak berubah dengan pemain-pemain kunci seperti Adnan Januzaj, Alexander Isak, Mikel Oyarzabal, dan Asier Illarramendi. Begitu juga Villarreal dengan Unai Emery dan pemain selayaknya Pau Torres dan Gerard Moreno.