BolaSkor.com - Manchester City akan menjamu Tottenham Hotspur di Etihad Stadium, Kamis (18/4) dini hari WIB, dalam lanjutan leg dua perempat final Liga Champions. The Citizens dalam kondisi tertinggal agregat gol 0-1 dari leg pertama.

Man City sedianya punya cukup kekuatan untuk membalikkan situasi. Mereka punya pemain-pemain berkualitas, permainan ofensif dan menghibur ala Pep Guardiola, dan catatan 11 kemenangan kandang beruntun.

Bahkan, Mauricio Pochettino, pelatih Tottenham Hotspur, menyadari betapa berbahayanya City jika bermain kandang dan meminta kepada anak-anak asuhnya untuk meningkatkan kewaspadaan sejak awal laga.

Baca Juga:

Pep Guardiola Bangga dengan Perolehan Poin Manchester City Dua Musim Terakhir

Man City Masih Gugup Hadapi Laga Penting

Mauricio Pochettino

"Bagi kami mengalahkan mereka (City) di leg pertama merupakan hasil yang sangat bagus, tapi kami tahu dengan sangat baik bahwa laga masih terbuka. Apa yang kami miliki adalah keyakinan dan kepercayan bahwa kami kuat. Kami akan bertarung," tutur Pochettino.

"Kami tahu mereka sangat kuat dan punya tempo bermain yang sangat tinggi dari awal laga, tapi itulah tantangan kami - untuk mencoba menghentikan mereka, menjadi ofensif dan menyerang. Kami harus percaya bahwa kami bisa menghentikan mereka dan memperlihatkan kualitas kami," tegasnya.

Pochettino boleh sedikit tenang. Meski timnya tidak diperkuat Harry Kane, Eric Dier, dan Dele Alli diragukan tampil, Tottenham punya catatan bagus memenangi lima laga dari enam laga terakhir di Liga Champions dan mencatatkan clean sheet di tiga laga tersebut.

Spurs bisa mengandalkan serangan balik cepat kala bermain di Etihad Stadium. Pasalnya, tuan rumah diprediksi akan mendominasi penguasaan bola dan bermain ofensif untuk mengejar ketertinggalan agregat gol.

Man City setidaknya telah mencetak dua gol dari tujuh pada delapan laga kandang terakhir melawan Tottenham di seluruh kompetisi. Modal Man City cukup untuk membalikkan agregat gol, tapi, Guardiola hanya ingin melihat satu hal: dukungan fanatik dari fans.

Pep Guardiola

"Saya tahu bagaimana fokus pemain-pemain: hasrat untuk mencapai semifinal. Apakah itu akan cukup? Saya tidak tahu. Saya mencapai final sekali dengan satu tendangan tepat sasaran, dan ketika saya punya 33 tendangan tepat sasaran dan saya tidak (lolos)," ujar Guardiola.

"Pada tahapan ini, tanpa suporter, kami tak bisa melaju (ke semifinal). Saya menantikan dukungan itu. Saya benar-benar penasaran melihat bagaimana faks kami bereaksi, benar-benar penasaran."

"Saya ingin melihat bahwa mereka ingin mencapai semifinal. Bukan para pemain, tidak ada keraguan soal itu. Saya ingin melihat fans saya, fans kami, bahwa mereka benar-benar menginginkan semifinal. Saya ingin melihatnya," lanjut Guardiola.