BolaSkor.com - Napoli akan menjamu Arsenal di San Paolo pada lanjutan leg dua perempat final Liga Europa, Jumat (19/4) pukul 02.00 dini hari WIB. Kendati unggul agregat gol 2-0, Arsenal punya 1001 alasan untuk mewaspadai Partenopei.

Bak kerasukan arwah petarung, Napoli selalu tampil beda dan bermain dengan penuh determinasi di San Paolo, dengan dukungan fanatik fans tuan rumah. Hal itu bisa dilihat dari jumlah 16 kemenangan dari 22 laga kandang Napoli musim ini.

Juventus menjadi satu-satunya tim yang mampu keluar dari San Paolo dengan raihan tiga poin. Sisanya tumbang dan imbang. Bahkan, Liverpool dan PSG (Paris Saint-Germain), lawan Napoli di fase grup Liga Champions, kandas di San Paolo.

Baca Juga:

Arsenal Akhirnya Catat Clean Sheet Pertama di Laga Tandang Premier League

Gelandang Chelsea Impikan Final Liga Europa Vs Napoli

Hasil Leg Satu Perempat Final Liga Europa: Duo London Berjaya, Joao Felix Torehkan Hat-trick

Unai Emery

"Kami tahu pentingnya hasil dari leg pertama dan menjadikan itu hasil yang bagus dan juga memunculkan perasaan bagus dari suporter," ujar Unai Emery, pelatih Arsenal.

"(Tapi) kami tahu akan sangat sulit bermain di sana (San Paolo), performa mereka di kandang biasanya sangat bagus. Mereka akan menggunakan segala kemungkinan menyerang melawan kami."

"Mentalitas kami haruslah memikirkan soal persiapan laga, memulai laga dengan kesempatan menyerang kala menguasai bola dan ruang untuk dijelajah. Kami juga ingin bertahan baik. Target pertama kami adalah menang," tegas Emery.

Emery boleh yakin Arsenal akan bermain ofensif dan bijak ketika bertahan melawan Napoli. Akan tapi, rekor tandang mereka tidak bagus musim ini. Arsenal menelan tujuh kekalahan dari 12 laga tandang terakhir mereka.

Tiga kemenangan tandang The Gunners hadir kala melawan Blackpool, Huddersfield Town, dan Watford. Jadi, rekor tandang buruk Arsenal itu akan menjadi titik celah yang memunculkan harapan dari Napoli untuk membalikkan agregat gol.

Carlo Ancelotti punya cara bijak memotivasi anak-anak asuhnya untuk melakukan comeback kontra Arsenal. "Keberanian, kecerdasan, dan hati," ucap Ancelotti menggambarkannya dengan tiga kata.

Carlo Ancelotti

"Saya melihat sedikit keberanian di leg pertama, khususnya di paruh kedua. Kecerdasan, kami terlalu banyak bermain dengan risiko (rawan diserang balik), tapi kami harus melakukannya," tambah Ancelotti.

"Kami harus meletakkan hati kami (mengerahkan segala kemampuan) pada laga besok dan bermain dengan intensitas. Kami punya kesempaan hebat yang harus kami raih dengan sikap mental yang positif."

Tiga pemain ofensif terbaik Napoli, Dries Mertens, Lorenzo Insigne, dan Arkadiusz Milik, bisa jadi ancaman pertahanan Arsenal andai Ancelotti menerapkan taktik 4-3-3.

Selain itu juga, Napoli akan menjadi tumpuan terakhir Italia sebagai satu-satunya perwakilan yang tersisa di Eropa, setelah Juventus kandas di perempat final Liga Champions.

"Kami saat ini satu-satunya tim Italia yang tersisa di Eropa dan kami harap masih ada di sana, bermain di hari Jumat. Napoli akan menampilkan performa hebat dan saya pikir itu sudah cukup, kami bisa melakukannya (membalikkan agregat gol)," tegas Ancelotti.

Genderang perang sudah dibunyikan Ancelotti. Kini, tinggal menanti taktik atau strategi apa yang akan diterapkan Emery, pemenang tiga titel Liga Europa, untuk melawan gaya bermain koleganya itu.