BolaSkor.com - PSG (Paris Saint-Germain) akan menghadapi RB Leipzig di semifinal Liga Champions 2019-20 yang dihelat di Estadio da Luz, Portugal, Rabu (19/08) pukul 02.00 dini hari WIB. Laga itu mempertemukan dua pelatih asal Jerman, Thomas Tuchel dan Julian Nagelsmann.

Keduanya juga bukan sekedar pelatih yang berasal dari Jerman karena Nagelsmann adalah murid bagi sang guru, Thomas Tuchel. Kala Tuchel melatih Augsburg II pada 2007-08 Nagelsmann menjadi pemandu bakatnya.

"Itulah jalan saya menuju kepelatihan. Saya belajar banyak darinya (Tuchel)," ucap Nagelsmann mengenai Tuchel yang juga memuji sang murid. "Dia (Nagelsmann) sangat ingin tahu dan pelatih muda serta pekerja keras," imbuh Tuchel.

Thomas Tuchel sudah memenangi catatan head to head dengan Nagelsmann. Tiga kali bentrok Tuchel memenangi dua laga dan sekali imbang. Di masa lalu Tuchel membesut Mainz (2009-2014) dan Borussia Dortmund (2015-2017), sementara Nagelsmann melatih Hoffenheim (2016-2019) sebelum ke Leipzig.

Baca Juga:

Runtuhnya Era Tim Inggris dan Spanyol di Liga Champions

Reuni Pelatih Bundesliga Berpeluang Terjadi di Semifinal Liga Champions

Thomas Muller Bandingkan Pesta Gol ke Gawang Brasil dan Barcelona

Julian Nagelsmann dan Thomas Tuchel

Meski kalah dari segi head to head Nagelsmann tak inferior melawan Tuchel. Dia menegaskan skuatnya tidak akan memudahkan PSG membangun serangan dan melakukan tekanan tinggi.

"Penting untuk bekerja secara kolektif. Pertama dan terpenting, kami harus memastikan bahwa kami mencegah bola masuk ke dalam gawang. Mereka memiliki area target yang tepat saat mereka ingin bermain di depan rantai pertahanan lawan. Kami telah mendapatkan ide tentang bagaimana menutup ruang-ruang ini," terang Nagelsmann kepada Goal.

"Intinya adalah untuk melihat seberapa besar tekanan yang dimiliki pembawa bola. Namun demikian, lawan memiliki kualitas individu yang luar biasa, terutama kecepatan yang tinggi."

"Pada titik tertentu mereka tidak dapat dihentikan, bagaimana pun juga tidak secara fisik, karena jika pemain seperti (Kylian) Mbappe satu kilometer per jam lebih cepat dari Anda, maka itu saja dan Anda tidak dapat berbuat apa-apa."

"Saya yakin kami bisa lebih menyakiti lawan jika kami sendiri banyak menguasai bola dan ingin menciptakan peluang," yakin pelatih berusia 33 tahun tersebut.

Sedangkan Tuchel enggan mengomentari 'pertempurannya' melawan Nagelsmann dan lebih memuji Leipzig secara kolektif. Leipzig dinilainya sebagai tim muda yang punya kecepatan bermain dan kuat tanpa Timo Werner.

Thomas Tuchel

"Kami di sini karena kami pantas mendapatkannya. Kami memainkan musim yang hebat dan bekerja sangat keras, menganggap setiap pertandingan dengan serius. Kami tidak akan berbicara tentang masa lalu - hanya masa sekarang," tegas Tuchel.

"Kami haus akan kesuksesan, untuk sukses. Kami ingin membuat kerja keras yang telah kami lakukan membuahkan hasil. (Leipzig) menekan dengan tinggi, mereka berani, tim yang muda dan cepat - seperti halnya Atalanta. Kami memiliki gaya kami, mereka memiliki gaya sendiri."

Sama-sama memiliki sistem bermain yang tidak jauh berbeda laga nanti akan menjadi panggung untuk kedua pelatih beradu taktik. PSG diunggulkan karena punya pemain-pemain bintang dengan kemampuan individu di atas rata-rata seperti Kylian Mbappe dan Neymar.

Apalagi PSG selalu melaju di fase gugur tiap kali bertemu dengan lawan dari Jerman (tiga kali), termasuk meketika melawan Borussia Dortmund musim ini di 16 besar. Kendati demikian Leipzig sudah melalui perjalanan sejauh ini dan mereka bisa bermain tanpa beban (nothing to lose).

Prakiraan Susunan Pemain:

RB Leipzig (3-4-2-1): Peter Gulacsi; Lukas Klostermann, Dayot Upamecano, Marcel Halstenberg; Konrad Laimer, Kevin Kampl, Marcel Sabitzer, Angelino; Dani Olmo, Yussuf Poulsen, Christopher Nkunku

Pelatih: Julian Nagelsmann

PSG (4-3-3): Sergio Rico; Thilo Kehrer, Thiago Silva, Presnel Kimpembe, Juan Bernat; Angel Di Maria, Marquinhos, Leandro Paredes; Neymar, Kylian Mbappe, Mauro Icardi

Pelatih: Thomas Tuchel