BolaSkor.com - Manajer Manchester City, Pep Guardiola, sudah merasakan ketatnya rimba persaingan Premier League setelah tiga tahun melatih Manchester City. Membandingkannya dengan liga-liga top Eropa lainnya, Premier League dinilai Guardiola sebagai liga tersulit dunia.

Dalam kurun waktu tiga tahun melatih The Citizens, setelah sebelumnya sukses membesut Barcelona dan Bayern Munchen, Guardiola telah meraih satu titel Premier League, dua Piala Liga, dan satu Community Shield.

Musim ini, Man City juga masih berjuang merebutkan titel Premier League dengan Liverpool. Dibanding musim lalu, ketika City memecahkan rekor 100 poin di Premier League, persaingan musim ini lebih ketat dan Guardiola mengakuinya sebagai liga tersulit.

Baca Juga:

6 Fakta Mengesankan Leicester yang Mengancam Manchester City

Jurgen Klopp Tahu Banyak Suporter Rival Doakan Liverpool Gagal Juara Premier League

Spesialis Liga, Pep Guardiola Tahu Cara Mengukuhkan Dominasi di Kancah Domestik

Pep Guardiola dan Jurgen Klopp

"Untuk kualitas dari rival-rival, tidak diragukan lagi ini (Premier League) tersulit, itulah mengapa ada di sana (puncak klasemen) sangatlah hebat," ucap Guardiola, sebagaimana dilansir dari BBC Sport.

"Hanya satu yang akan mendapatkan hadiahnya (titel Premier League) dan satunya lagi akan sedih berada di rumah. Mencapai tahapan ini, dua laga tersisa dengan 92 poin, setelah 100 poin musim lalu, itulah kepuasaan terpuas yang pernah saya rasakan sebagai manajer."

"Tidak mudah, jujur, dan para pemain melakukannya lagi. Saya tidak akan mengatakan 100 poin buruk dan kami tidak puas dengan hasil musim lalu, tapi di satu waktu bersamaan, kami tujuh poin tertinggal (awal musim ini)," papar Guardiola.

"Anda berikan pujian untuk titel-titel dan betapa besarnya rivalitas kami. Dalam karier saya sebagai manajer, saya telah bermain melawan tim-tim yang sangat luar biasa hebat dan sekarang ada dua yang 'wow'."

Dua lawan tangguh, menurut Guardiola, yang pernah dihadapinya dalam karier sebagai pelatih bukanlah Jose Mourinho dengan Real Madrid atau Manchester United, melainkan Barcelona asuhan Luis Enrique (2014-2017) dan Liverpool arahan Jurgen Klopp.

"Satu Barcelona-nya Luis Enrique dengan Neymar, (Lionel) Messi dan (Luis) Suarez di depan. Satunya lagi adalah Liverpool. Saya pikir mereka dua tim terbaik yang pernah saya hadapi sebagai manajer," tambah Guardiola.