BolaSkor.com - Penyerang Tottenham Hotspur Son Heung-min telah kembali ke kampung halamannya di Korea Selatan (Korsel). Son diperbolehkan pulang karena Premier League ditunda karena pandemi virus corona.

Premier League ditunda karena virus corona sampai akhir April 2020. Para pemain ada yang mengisolasi diri atau pulang ke kampung halaman seperti yang dilakukan Son. Di sana mantan pemain Bayer Leverkusen melakukan perintah negara.

Sebagaimana dikutip dari South's Yonhap Son menggunakan waktunya untuk menghadiri pusat pelatihan marinir di Kepulauan Jeju dari 20 April mendatang. Son akan menyelesaikan kewajibannya untuk mengikuti wajib militer (wamil).

Baca Juga:

Cara Son Heung-min Bantu Kurangi Penyebaran Virus Corona di Korea Selatan

7 Pemain Asia Timur yang Sukses Berkarier di Eropa pada Era 2000-an

Diminta Berhenti, Kelanjutan Premier League Masih Tanda Tanya

Son Heung-min

Pemain berusia 27 tahun dan pemain lainnya sedianya sudah mengalami pemotongan waktu wamil setelah berhasil memenangi Piala Asia 2018 di Indonesia dengan timnas Korsel. Alih-alih dua tahun mengikuti wamil, waktu mereka lebih singkat.

Keseluruhan tim mendapat pengecualian dan diperbolehkan mengikuti kursus latihan dasar selama tiga pekan, bersama dengan servis sosial selama 500 jam. Selain telah kembali ke kampung halamannya, Son juga tetap menjaga kebugaran di rumah.

Keberadaan Son di Korsel bisa jadi memicu kontroversi atas kebijakan Spurs kepada pemain mereka. Selain diperbolehkan pulang ke kampung halaman dengan risiko penyebaran virus corona, keputusan klub baru-baru ini juga dikritik publik.

Para pemain top Tottenham masih meminta gaji mereka dibayar penuh pada situasi terkini, sementara staf yang tidak bermain menerima penundaan karena skema keputusan pemerintah Inggris.

"Saya tidak bisa mempercayainya. Tentunya para pemain harus mengambil bagian. Ini bukan untuk klub besar seperti Tottenham," cetus eks manajer Spurs, Harry Redknapp/

"Saya pikir pemerintah akan membayar orang-orang biasa yang berjuang dan membantu usaha kecil yang berjuang. Tapi Anda berbicara di sini tentang klub yang mana para pemain mereka menghasilkan 10-12 juta euro setahun."