BolaSkor.com - Presiden LaLiga Javier Tebas memprediksi kerugian yang harus ditanggung klub-klub bisa mencapai 1 miliar euro atau sekitar Rp17,6 triliun. Kerugian finansial ini merupakan dampak dari pandemi virus corona (COVID-19).

Jumlah yang disebutkan Javier Tebas adalah merupakan keuntungan yang gagal didapat oleh klub-klub LaLiga karena pandemi COVID-19.

"Jika melihat dampak ekonomi, termasuk uang yang seharusnya bisa masuk dari kompetisi Eropa, klub-klub Spanyol akan kehilangan 1 miliar euro jika tidak kembali bermain," ujar Tebas kepada media melalui video call dikutip Goal.

Baca Juga:

Dampak Pandemi Virus Corona, LaLiga Resmi Hentikan Kompetisi Tanpa Batas Waktu

LaLiga FIFA 20 Challenge, Hiburan Pemain di Kala Sepak Bola 'Mati' karena Virus Corona

Dampak Ekonomi Pandemi Virus Corona, Barcelona Bisa Potong Gaji Pemain

Saat ini Spanyol ada dalam situasi darurat menyusul semakin meningkatkan penyebaran COVID-19. Kompetisi sepak bola juga sudah dihentikan selama nyaris sebulan.

Pemerintah Spanyol berencana untuk mengakhiri penguncian (lockdown) pada 26 April mendatang. Akan tetapi belum jelas kapan ajang olahraga bisa kembali digelar.

Sudah bukan rahasia lagi, klub-klub LaLiga mengalami goncangan finansial dengan adanya penundaan kompetisi. Klub tidak lagi mendapatkan pemasukan, khususnya dari penyiaran pertandingan.

Skema pemotongan gaji diapungkan, bahkan klub macam Atletico Madrid dan Barcelona sudah memangkas upah pemain.

Meskipun semisal kompetisi sudah bisa dimulai bulan depan, ofisial LaLiga akan tetap merekomendasikan masa persiapan, termasuk latihan, selama 15 hari kepada klub. Dengan kata lain kompetisi tidak bisa langsung digelar. Artinya klub masih harus mengeluarkan dana besar hingga mereka bisa benar-benar menerima pemasukan.

Javier Tebas mengungkap, kerugian finansial yang harus ditanggung LaLiga. Untuk saat ini saja, Tebas memaparkan LaLiga sudah merugi 150 juta euro.