Bolaskor.com - Presiden LaLiga, Javier Tebas, mengungkapkan jika Barcelona berada di bawah pengaruh Real Madrid terkait kontrak dengan CVC. Sebab, Barca mengalami perubahan sikap.

LaLiga menjalin kerja sama dengan CVC Funds untuk memperkuat citra diri dan ekosistem klub. Kabarnya, sebagian dari dana yang akan disuntikan CVC akan digunakan untuk sepak bola wanita plus sepak bola berbagai lapisan, termasuk non-profesional.

LaLiga menerima CVC dengan tangan terbuka karena rekam jejak sang rekan bisnis. CVC memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun dalam dunia olahraga internasional seperti, voli, rugbi, tenis, Moto GP, dan Formula 1.

Baca Juga:

Transfer Kilat Eduardo Camavinga ke Real Madrid

Mbappe Batal, Real Madrid Boyong Bintang Ligue 1 Lainnya

Tak Berhenti Usai Rekrut Lionel Messi, PSG Bidik Gelandang Rennes

Sementara itu, untuk klub LaLiga, Javier Tebas juga menjanjikan dana segar. Uang itu sangat berarti untuk melewati krisis keuangan akibat pandemi virus corona.

Namun, LaLiga menghadapi kesulitan membujuk Real Madrid untuk meneken tanda tangan. Keadaan kian pelik karena keputusan Madrid juga memengaruhi Barcelona.

"Florentino Perez menyandera Barcelona. Barca sudah menyetujui kesepakatan CVC selama sekitar satu bulan, hingga Real Madrid mengatakan tidak," kata Tebas dalam wawancara bersama Sport.

Aksi Madrid menentang rencana LaLiga bekerja sama dengan CVC diprediksi tidak terlepas dari Liga Super Eropa. Maklum, Florentino Perez adalah satu di antara sosok di balik Liga Super Eropa.

Sebelumnya, Perez menegaskan Liga Super Eropa belum berakhir. Ia percaya diri klub-klub super yang sebelumnya berada dalam gerbong akan kembali. Apalagi, Liga Super Eropa menjanjikan uang yang berlimpah.

Tebas pun secara khusus menyinggung aksi Perez. "Ada rasa rendah diri di klub dengan Florentino Perez," ujar Tebas.