BolaSkor.com - Aston Villa langsung berbenah besar-besaran usai memastikan kembali berlaga di Premier League. Villa langsing jor-joran di bursa transfer. Tak tanggung-tanggung, 12 pemain baru mereka datangkan dengan mengeluarkan lebih dari 130 juta pounds.

Sejak memastikan promosi kembali ke Premier League, petinggi Aston Villa menolak menggelar perayaan. "Kami adalah Aston Villa. Kami menggelar parade saat meraih trofi, saat kami menjuarai liga, bukan karena promosi sebagai peringkat ketiga," ujar Christian Purslow, CEO Aston Villa.

Jota (Twitter/AVFCOfficial)

Pernyataan yang ambisius. Namun ambisi itu langsung diikuti dengan langkah nyata di bursa transfer. Lebih dari 130 juta pound digelontorkan untuk memperkuat skuat hadapi Premier League. Villa bertekad tak hanya mampir atau menjadi pelengkap di Premier League.

Langkah klub mendapat sambutan dari suporter. Terbukti dari dari selalu penuhnya laga pramusim mereka. Optimisme terasa memyaungi suporter. Namun di sisi lain tercium pula aroma skeptisme.


The Next Fulham

Keraguan yang muncul tidak lepas dari apa yang menimpa Fulham musim lalu. Ya, jelang musim bergulir, Fulham jor-joran di bursa transfer. Mereka mengeluarkan lebih 100 juta pounds untuk membangun tim.

Namun langkah Fulham justru menjadi bumerang. Dengan banyaknya pemain baru, Fulham seperti kehilangan identitas. Fulham tampil bak klub yang baru pertama kali tampil di level Premier League.

Tak jauh berbeda dengan Fulham, Villa juga banyak mendatangkan pemain baru. Namun dari 12 pemain baru cuma Tyrone Mings dan Matt Targett yang pernah mengecap Premier League.

Di sisi lain, Villa terlihat lebih cerdas dalam melakukan pembelian ketimbang Fulham. Sang manajer, Dean Smith mendatangkan pemain yang memang dibutuhkannya dan dikenalnya. Sebut saja Jota, Ezri Konza, dan Anwar El Ghazi.

Sedangkan pemain yang benar-benar baru macam Wesley, Mahmoud Hassan alias Trezeguet, dan Douglas Luiz, sangatlah menjanjikan. Jadi, Villa sejatinya tak serupa dengan Fulham.


Prediksi: Peringkat 14

Meski tak bisa disamakan dengan Fulham, bukan berarti Villa bisa langsung menggebrak Premier League macam Wolverhampton Wanderers musim lalu.

Apalagi, Villa dikenal memiliki pertahanan yang teramat buruk. Musim lalu, meski berada di papan atas Championship, Villa kebobolan lebih banyak daripada Stoke dan Birmingham, dua klub penghuni posisi 16 dan 17.