BolaSkor.com - Denis Zakaria memang belum memiliki nama seharum Paul Pogba. Namun, di bursa transfer, tak sedikit klub yang menginginkan sang gelandang, termasuk Manchester United.

Denis Zakaria mengawali karier profesional di klub lokal Swiss, Servette. Kemudian, ia pindah ke Young Boys pada musim panas 2015.

Menempa ilmu selama dua musim, Zakaria tampil dalam 67 laga dengan torehan dua gol dan empat assist. Penampilan itu membuat Borussia Monchengladbach mengucurkan 12 juta euro untuk merekrutnya pada awal Juli 2017.

Hingga saat ini, Zakaria adalah satu di antara gelandang bertahan terbaik di Bundesliga. Ia menorehkan 11 gol dan delapan assist dalam 140 laga.

Baca Juga:

Keyakinan Tanpa Batas Tuchel kepada Romelu Lukaku

Jangan Terlalu Banyak Berharap dari Ralf Rangnick, Fans Manchester United

Direksi Man United Menebus 'Dosa' dengan Mendatangkan Ralf Rangnick

"Saya memiliki kecepatan. Saya sangat baik dalam duel satu lawan satu. Saya bisa mematahkan garis serangan dengan cukup baik. Saya suka mengambil bola dan melewati pertahanan. Saya pikir, kecepatan saya cukup bagus untuk nomor 6," ujar Zakaria.

Menariknya, kontrak Zakaria akan berakhir pada musim panas mendatang. Tak heran, penggawa yang disebut-sebut memiliki gaya main mirip Pogba itu kebanjiran tawaran.

Sejumlah tim Serie A, Spanyol, Bundesliga, hingga Premier League memburu pemain dengan tinggi 191 sentimeter itu. Satu di antara yang paling terpincut adalah Manchester United.

Kabarnya, Zakaria adalah pemain yang diminta calon manajer anyar Man United, Ralf Rangnick. Pria 63 tahun itu sudah lama mengikuti perkembangan karier Zakaria. Rangnick meyakini, Zakaria adalah sosok yang tepat untuk menggantikan Pogba yang tak kunjung meneken kontrak anyar.

Untuk semakin mengenal Denis Zakaria, BolaSkor mengumpulkan lima fakta mengenai sang pemain seperti di bawah ini:

Aslinya Bukan Gelandang

Denis Zakaria bukan bermain sebagai gelandang pada awal kariernya. Zakaria menjadi ujung tombak pada level junior. Bahkan, Zakaria juga pernah tampil sebagai bek tengah.

Berkat pengalaman itu, Zakaria dikenal sangat baik dalam bertahan dan juga melakukan tekel. Zakaria juga pandai dalam mengatur serangan.

Sempat Kesulitan karena Postur

Karier Denis Zakaria tidak mudah. Ia sempat kesulitan masuk tim inti karena dianggap terlalu pendek.

Namun, postur Zakaria mulai berubah drastis pada usia 12 tahun. Zakaria sering menyantap pisang untuk menunjang pertumbuhannya.

Mengidolakan Patrick Vieira

Dari sekian banyak pemain, Denis Zakaria mengidolai mantan pemain Arsenal, Patrick Vieira. Posisi Zakaria dan Vieira memang relatif sama.

"Saya menonton banyak video Vieira. Saya melihat sediki dari saya dalam dirinya. Saya suka caranya bermain," ujar Denis Zakaria.

Bisa Bermain untuk Sudan atau Kongo

Denis Zakaria pernah punya kesempatan membela tim nasional Sudan atau Kongo. Sebab, sang ibu berasal dari Sudan, sedangkan ayahnya merupakan kelahiran Kongo.

Namun, Zakaria memilih Swiss yang merupakan tanah kelahirannya. Memulai sejak tim U-19 pada 2014, Zakaria sudah menjadi anggota timnas senior. Ia juga membela Swiss pada Piala Eropa 2020.

Dianggap Titisan Toni Kroos

Dengan penampilan gemilang di antara garis pertahanan dan tengah, Denis Zakaria dicap sebagai titisan Toni Kroos. Pesepak bola asal Jerman itu dikenal sebagai satu di antara gelandang terbaik saat ini.

"Saya senang Borussia Monchengladbach menemukan mutiara lain. Dia mengingatkan saya dengan Toni Kroos pada usia itu," ujar legeda sepak bola Jerman, Lothar Matthaus.