BolaSkor.com - Kanada tidak punya sejarah besar sepak bola yang dikenal dunia. Canada Soccer Federation atau Federasi Sepak Bola Kanada namun perlahan berbenah dan menyusun kekuatan untuk menatap Piala Dunia 2026.

Event empat tahun itu masih akan dihelat lima tahun mendatang tapi Kanada arahan John Herdman sudah berbenah dari sekarang. Generasi baru dengan potensi masa depan cerah siap memimpin Kanada beraksi di Piala Dunia 2026.

Alphonso Davies, Jonathan David, dan nama yang tengah naik daun Jahkeele Marshall-Rutty memimpin generasi baru sepak bola Kanada.

Baca Juga:

Profil Jamal Musiala, Talenta Besar yang Lepas dari Genggaman Inggris

Joan Laporta, Harapan Barcelona untuk Mempertahankan Lionel Messi

Profil Marvin Park, Tiga Kewarganegaraan, Petualang dari Tranmere hingga Madrid

Jahkeele Marshall-Rutty

"Sepak bola Kanada benar-benar sedang naik daun. Saya sangat senang negara kami menjadi tuan rumah Piala Dunia karena kami akhirnya mendapatkan pengakuan dari seluruh dunia bahwa kami juga dapat bermain, seperti bagaimana, katakanlah, orang Amerika mendapatkan pengakuan," tutur Marshall-Rutty.

"Jadi bagi pemain seperti Alphonso untuk pergi dan melakukan itu benar-benar menunjukkan bahwa kami memiliki bakat yang muncul. Kami hanya membutuhkan pelatihan yang baik dan kami hanya perlu terus berkembang. Jadi, Alphonso melakukan hal yang baik secara alami baik untuk para pemuda."

"Untuk pemain sepak bola Kanada, ini adalah saat yang tepat di generasi ini untuk menjadi atlet muda seperti saya, karena, jelas, Anda memiliki Jonathan David, Alphonso Davies dan Jonathan Osorio yang telah membuktikan kepada dunia bahwa orang Kanada juga dapat bermain sepak bola."

"Saya pikir hal terbesar bagi saya adalah bahwa saya berada di waktu yang tepat untuk menunjukkan kepada dunia apa yang bisa saya lakukan, karena semua pemain itu juga melakukannya."

Jahkeele Marshall-Rutty. Nama yang tidak familiar untuk pecinta sepak bola Eropa, tetapi namanya ada di dalam daftar pemain pantauan pemandu-pemandu bakat sepak bola Eropa pada kategori pemain-pemain bertalanta.

Siapa Jahkeele Marshall-Rutty?

Dikabarkan oleh Tuttosport di Italia Marshall-Rutty diincar oleh Juventus, sementara di Mirror Marshall-Rutty dilabeli wonderkid dari Kanada yang diincar Duo Manchester, Chelsea, dan Bayern Munchen.

Manajer Man City Pep Guardiola kabarnya menaruh atensi khusus kepada Marshall-Rutty hingga menanyakan informasi mengenainya. Marshall-Rutty dinilai memiliki bakat sukses di masa depan seperti Phil Foden saat ini.

Lantas siapa Jahkeele Marshall-Rutty? Marshall-Rutty lahir di Brampton, Ontario Kanada pada 15 Juni 2004 dan masuk akademi Toronto FC pada 2016 setelah sebelumnya bermain di Brampton East SC.

Jahkeele Marshall-Rutty teken kontrak di Toronto FC

Dengan klub lokal Marshall-Rutty mengukir rekor hanya dalam kurun waktu dua tahun. Pada usia 14 tahun Marshall-Rutty teken kontrak dengan tim kedua Toronto FC, usia 15 tahun menjadi rekrutan termuda sepanjang masa klub, dan pada usia 16 tahun jadi debutan termuda sepanjang masa klub.

Bahkan pada Januari 2021 Marshall-Rutty mendapatkan pemanggilan timnas senior Kanada untuk berlatih bersama di pemusatan latihan, menjadi pemain termuda sepanjang masa yang dipanggil terpaut lima hari lebih muda dari kompatriotnya, Alphonso Davies.

Perkembangan Marshall-Rutty cukup pesat. Dalam beberapa tahun Marshall-Rutty sudah berevolusi dari pemain bertalenta menjadi 'buah bibir' di antara pemandu bakat klub-klub Eropa, dan cepat atau lambat Marshall-Rutty diprediksi akan jadi pemain reguler Toronto FC.

"Jahkeele adalah pemain top di kelompok usianya di Kanada dan AS, dan dia adalah salah satu pemain muda terbaik di seluruh Amerika Utara," ujar Ali Curtis, General Manager Toronto FC.

"Dia luar biasa. pemuda berbakat. Saat dia baru berusia 15 tahun, dia memainkan permainan dengan cara yang sangat dewasa."

"Dia memiliki minat dari banyak klub top di Eropa. Penting bagi kami untuk sabar dan agresif dengan perkembangan Jahkeele, tetapi dia memiliki potensi untuk menjadi pemain yang luar biasa di masa depan."

Alphonso Davies yang dulunya bermain di Vancouver Whitecap telah membuka jalan pesepak bola Kanada untuk sukses di Eropa, setidaknya kala mewakili generasi terkini dan meraih sukses dengan Bayern Munchen.

Pendahulunya yang berkarier di Eropa (tidak terlalu sukses) ada Julian de Guzman, Atiba Hutchinson, dan Paul Stalteri. Marshall-Rutty juga punya potensi besar berkarier di Eropa tapi tidak saat ini, sebab ia baru bisa pindah pada usia 18 tahun jika melihat dari aturan transfer internasional.

Apa yang membuat Marshall-Rutty spesial?

Sentuhan bola hebat yang membuat kesan sepak bola mudah dimainkan, kecepatan tinggi, pergerakan efisien, dribel bola dengan kualitas tinggi, plus naluri mencetak gol yang masih perlu diasah jadi kelebihan Marshall-Rutty.

Posisi Marshall-Rutty penyerang sayap dan peran itu tidak tetap. Pada era sepak bola modern bermain di banyak posisi sudah jadi suatu hal yang wajar terjadi. Marshall-Rutty pun masih bisa berkembang sebagai gelandang serang atau bek sayap.

Satu lagi hal yang membuat Marshall-Rutty spesial adalah faktor X di pertandingan. Faktor X itu adalah momen pemain untuk jadi pembeda dalam sebuah pertandingan.

Pemain bertalenta banyak tapi dapatkah ia memperlihatkannya di pertandingan resmi dengan ekspektasi tinggi dan tekanan? Tak banyak yang dapat melakukannya. Itu yang menjadikan sosok seperti Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi spesial.

Hal tersebut dilihat pelatih Marshall-Rutty di timnas Kanada John Herdman. Menilainya saat ini prematur tapi Marshall-Rutty punya bakat untuk melakukannya seiring perkembangan kariernya.

Jahkeele Marshall-Rutty punya prospek cerah

"Banyak pesepak bola, mereka memiliki kemampuan teknis yang sangat mirip, tetapi kemampuan untuk melakukannya di saat-saat besar di bawah tekanan, itulah yang saya lihat di pemusatan latihan terakhir," ucap Herdman kepada Goal.

"Dia mencetak gol, dan kami tertawa karena semua orang menggambarkannya sebagai 'Van Basten'. Dia mencetak gol tendangan voli setelah bola jatuh dari bahu kirinya saat latihan, dan ini adalah pemain berusia 16 tahun di lingkungan itu dengan banyak pemain senior menonton."

"Banyak pemain akan mencoba untuk menyentuh atau melakukan sesuatu yang mungkin tidak mengambil risiko itu. Dia mampu memaksakan dirinya di pemusatan latihan pertamanya, dan menunjukkan keterampilan faktor X yang dia miliki, dan membiarkan kepribadiannya muncul."

Saat ini belum banyak yang melihat aksinya karena Marshall-Rutty masih berkarier di Kanada dan belum sepenuhnya main reguler di tim utama. Kelak ada potensi besar Marshall-Rutty berkarier hingga di Eropa setidaknya saat usianya berumur 18 tahun.

"Karier Anda akan selalu menceritakan sebuah kisah dan dia positif. Saya pikir tiga tahun ke depan, pemuda itu membutuhkan eksposur. Dia membutuhkan eksposur ke lingkungan level berikutnya, apakah itu sepak bola di MLS atau mendorong ke level berikutnya, level teratas sepak bola Eropa," imbuh Herdman.

"Tapi saya ingin melihatnya mengambil langkah itu di MLS tahun ini. Itu selalu sulit karena dia masih sangat muda dan tantangan yang dimiliki pelatih dengan keputusan yang harus mereka buat dalam mempertaruhkan pemain muda, tapi saya pikir dia siap untuk itu. mengambil langkah tahun ini dan, semoga, mengambil beberapa menit berharga di timnas."

Segala euforia, omongan yang muncul di sekitarnya ditanggapi oleh Marshall-Rutty dengan tenang.

"Ketika semua itu terjadi saya hanya harus tetap rendah hati dan menginjak tanah. Saya hanya berusaha terus bekerja keras," ujar Marshall-Rutty. "Tapi saya memang selalu bekerja keras dalam hidup hingga momen ini tercapai. Bagi saya itu datang begitu cepat, sudah pasti saya pikir itu hal bagus."

Mindset yang benar. Terus bekerja keras, rendah hati, dan lambat laun mimpi berkarier di Eropa akan segera tercapai, Jahkeele Marshall-Rutty.