BolaSkor.com - Jules Kounde bukanlah modifikasi dari gelung rambut di kepala. Kounde merupakan bek muda tangguh milik Sevilla yang gemilang di tengah keterbatasan.

Jules Kounde lahir di Paris, Prancis, 22 tahun lalu. Pada awal karier profesionalnya, Kounde memperkuat Bordeaux U-19.

Kounde dikenal sebagai bek yang cekatan dan piawai membaca pergerakan lawan. Selain itu, ia juga sulit ditembus dalam duel satu lawan satu.

Tak butuh waktu lama bagi Kounde membuat namanya diperhitungkan di Bordeaux. Ia melangkah mulus ke tim senior setelah sebelumnya dipromosikan ke klub B.

Baca juga:

Sejarah Rivalitas Manchester United Vs Leeds United

Takumi Minamino dan 6 Pemain dari Jepang yang Mencetak Gol di Premier League

Karut-marut Arsenal di Era Kepemimpinan Si Gubernur, Mikel Arteta

Jules Kounde

Selama membela Bordeaux, Jules Kounde mencatatkan penampilan pada 70 laga. Dari kesempatan itu, Kounde cukup subur dalam kategori bek. Ia mengemas empat gol plus satu assist.

Penampilan impresif membuat Sevilla melirik Kounde. Los Nervionenses tak ragu memecahkan rekor transfer klub dengan membeli pemain berambut kribo itu dengan harga 25 juta euro pada awal Juli 2019.

Sebagai bek muda yang menjajal liga baru, Jules Kounde tidak canggung. Ia menjadi pemain yang siap tampil.

Pada musim pertamanya, Kounde tampil dalam 40 pertandingan. Ia mengemas dua gol plus satu assist. Catatan kartu kuningnya terbilang sedikit yakni hanya enam. Sementara itu, Kounde tidak pernah mendapatkan kartu merah.

Jules Kounde juga berperan penting di balik gelar Liga Europa 2019-2020. Sepanjang kompetisi, Kounde bermain dengan stabil. Puncaknya, pada laga final Kounde membuat penyerang Inter Milan, Romelu Lukaku, mati kutu. Tak heran, pada akhir kompetisi, Kounde terpilih sebagai satu di antara bek terbaik.

Apa yang dicapai Kounde saat ini bukanlah hibah. Ia berjuang mendapatkan kesempatan tampil pada setiap tim yang dibela. Apalagi, Kounde memiliki keterbatasan dalam hal tinggi yang hanya 1,78 meter.

"Saya sering mendapatkan komentar jika tinggi badan akan menjadi masalah. Saya berusaha mengatasi hal itu dengan teknik. Itu penting sekali," urai Kounde seperti dilaporkan Football Whispers.

Untuk ukuran pemain Eropa, tinggi 1,78 meter memang di bawah standar. Apalagi, Kounde memiliki posisi sebagai bek.

"Benar jika tinggi badan membuat saya kalah dalam duel udara dengan lawan. Namun, saya selalu bisa mencari cara mengatasinya."

"Saya punya waktu yang tepat dalam melakukan lompatan. Walhasil, lompatan bisa tinggi. Ukuran tubuh yang kecil tidak akan menjadi masalah," timpalnya.

Jules Kounde

Seiring semakin banyak atensi yang diterima, Kounde mulai mendapatkan banyak pengagum. Tak tanggung-tanggung, raksasa Eropa seperti duo Manchester dan Real Madrid dikabarkan jatuh hati kepada Kounde.

Manchester City menjadi tim yang paling serius dengan Kounde. Kabarnya, sebelum akhirnya menuntaskan transfer Ruben Dias, Kounde berada dalam daftar teratas.

The Citizens dikabarkan telah melayangkan tawaran 55 juta euro. Selain itu, Pep Guardiola juga mencoba merayu Kounde secara personal.

Namun, Sevilla enggan melepas bintang mudanya begitu saja. Apalagi, kontrak Kounde masih terikat hingga Juni 2024.

Meski gagal ke Manchester City, Kounde tak lantas memberontak. Ia sadar, belum memberikan tanda jasa yang pantas untuk klub yang membuatnya seperti saat ini, Sevilla.

"Saya jelas senang dengan kabar ketertarikan Man City. Itu adalah kesempatan bagi saya. Namun, saya di Sevilla dan sangat senang," ujar Kounde kepada Canal Plus.

Kini, tugas utama Kounde adalah terus meningkatkan kemampuan dalam bertahan dan membuktikan jika postur tubuh bukanlah halangan. Jika berhasil, masa depan cerah menanti.