BolaSkor.com - Bursa transfer musim dingin tahun ini diwarnai persaingan antara Liverpool dan Manchester United. Dua raksasa Inggris dikabarkan tertarik meminang Luis Diaz.

Tidak sembarang pemain bisa diminati Liverpool dan Manchester United. Luis Diaz yang kini memperkuat FC Porto tentu memiliki kualitas individu di atas rata-rata.

Liverpool lebih dulu mengamati sepak terjang Diaz. Winger berkebangsaan Kolombia itu sempat dua kali dihadapi tim asuhan Jurgen Klopp pada fase grup Liga Champions 2021-2022.

Ketertarikan Liverpool mulai terlihat sejak akhir November silam. Kebetulan The Reds butuh winger baru untuk menjadi pesaing Mohamed Salah dan Sadio Mane.

Dua nama terakhir kebetulan akan absen selama hampir satu bulan karena tampil di Piala Afrika 2021. Padahal Liverpool masih terlibat dalam perburuan gelar.

Manchester United kemudian ikut memburu Diaz. Hal itu dibuktikan dengan hadirnya pemandu bakat Setan Merah saat Porto mengalahkan Famalicao dalam lanjutan Liga Portugal, akhir pekan lalu.

Dalam laga tersebut, Porto meraih kemenangan dengan skor 3-1. Diaz turut menyumbang satu gol.

Diaz merupakan winger modern yang bisa bermain di kedua sisi dengan baik. Julukan sebagai Cristiano Ronaldo dari Kolombia sudah menggambarkan kemampuannya.

Namun usaha Liverpool dan Manchester United untuk mendapatkan Diaz tidak akan mudah terwujud. Porto sudah menetapkan klausul penjualannya di angka 67 juta poundsterling.

BolaSkor.com telah mengumpulkan sejumlah fakta menarik terkait Luis Diaz. Berikut rangkumannya:

1. Berasal dari Suku Tradisional Kolombia

Pemain bernama lengkap Luis Fernando Diaz Marulanda ini lahir di Barrancas yang merupakan wilayah paling utara Kolombia pada 13 Januari 1997. Ia keturunan suku Wayuu yang dikenal memiliki sejumlah tradisi dan ritual kuno.

Diaz menjadi pesepak bola top pertama dari komunitas Wayuu dan wilayah Barrancas yang berstatus daerah miskin di Kolombia. Kondisi itu membuat sepak bola kurang berkembang di sana.

Seperti kebanyakan suku Wayuu, Diaz punya karakter pendiam dan tertutup. Hal ini membuat kariernya berjalan lambat.

Diaz bahkan tidak mengenyam pendidikan sepak bola usia dini secara formal. Ia mengolah skill olah bola secara otodidak.


2. Bakatnya Ditemukan Legenda Kolombia

Carlos Valderrama

Diaz bisa dibilang terlambat bersinar. Bakat besarnya baru terpantau saat berusia 18 tahun.

Carlos Valderrama yang berstatus legenda Kolombia menjadi penemu bakat Diaz. Ia saat itu tengah mencari pemain untuk tampil Di sebuah turnamen antar masyarakat adat Amerika Selatan bertajuk Copa Americana de Pueblos Indigenas.

Momen itu terjadi pada 2015. Valderrama terkesan dengan kemampuan dribel dan kecepatan Diaz yang telah berusia 18 tahun.

Valderrama awalnya sempat ragu dengan postur tubuh Diaz yang kurus. Namun keraguan itu dijawab sang pemain dengan penampilan apik.

Kolombia asuhan Valderrama mampu melaju ke final. Setahun berselang, Diaz memulai karier profesionalnya bersama Barranquilla yang berlaga di divisi dua liga Kolombia.


3. Panggilan Pertama Timnas

Setahun berselang, Diaz pindah ke Atletico Junior yang berlaga di kasta tertinggi. Kemampuan dan kondisi fisiknya kian terasah dengan baik.

Diaz kemudian mendapat panggilan memperkuat Timnas senior Kolombia pada jeda internasional Agustus 2018. Saat itu Los Cafeteros akan melakoni dua laga uji coba kontra Venezuela dan Argentina.

Diaz tak mendapat menit bermain kontra Venezuela. Ia baru melakoni debut saat bermain imbang tanpa gol kontra Argentina.

Dalam pertandingan tersebut, Diaz hanya tampil selama 12 menit. Ia masuk menggantikan Juan Cuadrado.

Diaz mencetak gol pertamanya untuk Kolombia saat beruji coba dengan Korea Selatan pada Maret 2019. Sayang, ketika itu timnya takluk 1-2.

Sejak saat itu, Diaz mulai menjadi langganan Timnas Kolombia. ia bahkan sudah tampil di dua turnamen akbar yaitu Copa America 2019 dan 2021.


4. Berkarier di Eropa

Sepak terjang Diaz di Kolombia turut dipantau klub-klub Eropa. Cardiff City sempat mencoba memboyongnya pada tahun 2018.

Setahun berselang, giliran Zenit Saint Petersburg yang datang menggoda. Namun Diaz akhirnya memilih berlabuh di Porto.

Ada alasan menarik di balik keputusan Diaz pindah ke Porto. Ia ingin mengikuti jejak dua seniornya yaitu Radamel Falcao dan James Rodriguez.

Falcao dan James menjadikan Porto sebagai batu loncatan sebelum pindah ke klub besar Eropa. Diaz berharap nasib serupa juga dialaminya.


5. Bersinar di Copa America 2021

Gol spektakuler ke gawang Brasil

Nama Diaz kian menjadi sorotan usai tampil apik pada gelaran Copa America 2021. Meski gagal membawa negaranya ke final, tetapi dia sukses menjadi top skorer bersama Lionel Messi dengan empat gol.

Diaz juga mampu membobol gawang Brasil dan Argentina yang akhirnya menjadi finalis. Gol ke gawang Tim Samba bahkan tercipta dengan indah lewat tembakan salto yang spektakuler.