BolaSkor.com - Musim 2020-2021 seolah menjadi kisah tragis yang panjang bagi FC Schalke 04. Namun kini cerita mulai berganti seiring dengan kemunculan pemuda berusia 19 tahun, Matthew Hoppe.

Schalke menegaskan diri sebagai kandidat terkuat untuk terdegradasi dari Bundesliga setelah tak meraih satu pun kemenangan dari 14 laga perdana di musim ini.

Tren buruk tersebut sebenarnya telah dimulai Schalke sejak musim lalu. The Royal Blues menjalani puasa kemenangan dalam 16 laga terakhir meski mampu mengakhiri musim di peringkat ke-12.

Baca Juga:

Profil Omar Rekik, Rekrutan Anyar Arsenal Tanpa Informasi di Wikipedia

Tommy Docherty, Sosok Kunci Kebangkitan MU Usai Era United Trinity

Sederet Cerita Mikel Arteta di Arsenal Sejak Boxing Day 2019

Matthew Hoppe

Performa buruk Schalke membuat manajemen klub panik dan tiga kali melakukan pergantian pelatih saat kompetisi baru memasuki setengah musim. David Wagner, Manuel Baum, hingga Huub Stevens gagal memberikan perubahan berarti.

Peruntungan Schalke mulai membaik setelah Christian Gross ditunjuk sebagai pelatih keempat musim ini pada 27 Desember silam. Pelatih berusia 66 tahun itu membuat sejumlah keputusan berani termasuk dengan mengandalkan Hoppe di lini depan.

Gross memang bukan pelatih pertama yang memberikan kesempatan Hoppe tampil di Bundesliga. Pemain berkebangsaan Amerika Serikat itu melakoni debut di kasta tertinggi liga Jerman pada akhir November silam saat timnya takluk 1-4 di kandang Borussia Monchengladbach ketika masih ditangani Baum.

Saat itu, Hoppe bahkan langsung dipasang sebagai starter dan bermain selama 81 menit. Baum memang tak punya pilihan lain karena timnya mengalami krisis penyerang seusai Vedad Ibisevic dipecat dan cederanya Goncalo Paciencia.

Matthew Hoppe di tim junior Schalke

Mundur ke belakang, mempromosikan Hoppe ke tim senior pada musim ini mungkin di luar perencanaan manajemen Schalke. Klub asal Gelsenkirchen itu awalnya ingin menempa bakat sang pemain di tim U-23.

Hal itu sangat realistis mengingat Hoppe baru didatangkan pada musim panas 2019. Pemain kelahiran 13 Maret 2001 itu diboyong dari akademi Barcelona di Amerika Serikat.

Schalke mencoba mengulangi kisah suksesnya saat menemukan bakat Weston McKennie. Pemain yang juga berasal dari Amerika Serikat tersebut kini menjelma menjadi andalan Juventus.

Schalke punya alasan kuat untuk memboyong Hoppe ke Jerman. Sang pemain baru saja mengakhiri musim 2018-2019 dengan mengoleksi 29 gol dari 23 laga dan membantu timnya menjadi juara di kompetisi usia muda Negeri Paman Sam.

Ketajaman Hoppe juga dapat dilihat dari koleksi lima hat-tricknya sepanjang musim tersebut. Semusim sebelumnya, ia juga mampu mencetak 24 gol dari 30 laga di tim U-17.

Matthew Hoppe merupakan pemain jebolan akademi Barcelona cabang Amerika Serikat.

Dari gaya bermain, Hoppe mengingatkan publik akan sosok Robert Lewandowski saat muda. Ia punya dua kaki yang sama kuat dan tenang dalam menyelesaikan peluang di depan gawang lawan.

Hal itu ditunjukkannya kepada dunia saat Schalke menjamu Hoffenheim dalam lanjutan Bundesliga, Sabtu (9/1) kemarin. tampil sebagai starter untuk ketiga kalinya, Hoppe membukukan hat-trick sekaligus mengakhiri tren tanpa kemenangan timnya.

Schalke menutup laga dengan kemenangan telak 4-0. Hasil itu mengangkat posisi mereka dari dasar klasemen.

Tiga gol Hoppe dicetak dengan cara yang luar biasa. Ia tiga kali mengecoh kiper lawan seperti yang biasa dilakukan penyerang kelas dunia.

“Dia adalah anak laki-laki yang sangat ambisius, memiliki komitmen yang luar biasa dan hanya memikirkan Schalke. Dia ingin melakukan apa pun untuk mengeluarkan kita dari situasi ini," kata Gross usai pertandingan.

"Meskipun masih sangat muda, dia tidak segan-segan bekerja sangat keras. Tentu saja dia masih sangat muda dan masih harus banyak belajar untuk menjadi finisher kelas atas, tapi kami sedang mengusahakannya."

Matthew Hoppe

Mencuatnya nama Hoppe kian menambah gengsi pesepak bola asal Amerika Serikat di Eropa. Sejumlah pemain seperti Mckennie hingga Christian Pulisic memang lebih dulu membuktikan diri mampu bersaing di benua biru.

Meski sudah menjelma menjadi harapan baru bagi Schalke, jalan panjang masih harus dilalui Hoppe untuk membangun kariernya. Terdekat, ia harus tampil konsisten dalam setiap pertandingan agar mampu menyelamatkan timnya dari ancaman degradasi.

Andai hal tersebut mampu dilakukan, masa depan cerah sudah menanti Hoppe. Ia berpeluang dipinang klub yang lebih besar seperti yang sudah dirasakan McKennie dan Pulisic.