BolaSkor.com - Liverpool mulai menunjukkan tajinya pada bursa transfer musim panas 2020. Pergerakan The Reds dalam merekrut pemain berada di bawah kendali Michael Edwards.

Liverpool menjadi pecundang pada transfer Timo Werner, musim kemarin. Padahal, pemain asal Jerman tersebut telah menunjukkan minat bermain di Anfield. Werner tak ragu menyebut ingin di bawah asuhan Jurgen Klopp.

Kehadiran Timo Werner diyakini akan membuat lini depan Liverpool lebih berwarna. Werner akan melengkapi barisan penyerang Liverpool yang dihuni Mohamed Salah, Roberto Firmino, dan Sadio Mane.

Mundurnya Liverpool dari perburuan didasari kondisi finansial yang tak memungkinkan. Ketika itu, RB Leipzig selaku pemilik sang pemain memasang harga 53 juta pounds.

Baca juga:

Gerak Cepat Liverpool: Rampungkan Thiago Alcantara, Kian Dekat Rekrut Striker Wolves

Sehari Setelah Thiago Alcantara, Liverpool Resmikan Diogo Jota

Thiago Datang, Jurgen Klopp Beri Kode Masa Depan Georginio Wijnaldum

Jurgen Klopp dan Michael Edwards

Akhirnya, Chelsea yang sudah bebas dari hukuman mendaftarkan pemain anyar pun bergerak cepat. The Blues menikung Liverpool ketika kompetisi belum berakhir.

Tak berhenti sampai di situ, Chelsea juga terus menambah amunisi anyar. Sejauh ini, Chelsea telah menggelontorkan dana lebih dari 200 juta euro untuk membeli pemain-pemain seperti Kai Havertz, Hakim Ziyech, dan Ben Chilwell.

Kondisi berbanding terbalik 180 derajat dialami Liverpool. Meski tidak benar-benar kering, namun berita pemain baru yang datang sangat jarang terdengar.

Liverpool hanya mengonfirmasi mendatangkan Kostas Tsimikas dari Olympiacos. Sang pemain direkrut untuk melapisi posisi Andy Robertson.

Jurgen Klopp sempat buka suara terkait bursa transfer Liverpool yang lesu. Ia menilai, Liverpool bukanlah tim yang disokong uang yang berasal dari negara atau kerajaan.

Liverpool, bersama Manchester United, terus menjadi bulan-bulanan di bursa transfer karena tak kunjung mendatangkan banyak pemain. Hal berbeda jika melirik Manchester City, Tottenham Hotspur, Arsenal, dan tentu saja Chelsea.

Akan tetapi, pandangan tersebut sirna pada Jumat (18/9) waktu setempat. Liverpool bergerak cepat dengan mengamankan dua pemain.

Pemain pertama yang datang adalah sang pemain idaman, Thiago Alcantara. The Reds menemukan kata sepakat dengan Bayern Munchen.

Thiago

Berikutnya, pemain yang menuju Liverpool adalah penggawa Wolverhampton Wanderers, Diogo Jota. Untuk kedua pemain tersebut, Liverpool dikabarkan menghabiskan dana setidaknya 65 juta pounds. Cibiran pun mulai sirna.

Sosok di balik keberhasilan kedua transfer tersebut adalah Michael Edwards. Dia merupakan juru transfer The Reds yang sempat dipandang sebelah mata.

Edwards dikenal sebagai orang yang tidak terlalu suka dengan sorot kamera. Ia lebih senang bekerja dalam diam. Padahal, ia memegang reputasi sebagai satu di antara negosiator transfer pemain yang paling tangguh.

Michael Edwards bekerja sama dengan Jurgen Klopp dan Mike Gordon untuk mencari pemain baru plus mengatur kontrak. Ia menduduki jabatan direktur olagraga Liverpool pada November 2016, setelah membuat kesan apik saat bekerja sama dengan Barry Hunter dan Dave Fallows di divisi pencari bakat.

Sebelum menuju Liverpool, Edwards sempat bekerja sebagai analis di Portsmouth dan Tottenham Hotspur. Pada 2011, dia diboyong oleh Damien Comolli.

Meski sempat diejek sebagai: "Ahli laptop untuk Brendan Rodgers", tetapi Edwards bisa menjawabnya dengan deretan bintang yang terus berdatangan ke Liverpool.

Edwards mampu mengatasi kesulitan ekonomi yang dialami Liverpool. The Reds tetap bisa membeli pemain yang diinginkan.

Kemampuan Edwards bernegosiasi terlihat pada transfer Thiago. Ia paham betul sulit menggoyang harga yang dipatok Bayern yakni senilai 27 juta pounds.

Michael Edwards

Pada sisi lain, ia juga sadar jika minat Thiago bergabung dengan Liverpool sangat tinggi. Liverpool kian di atas angin karena kontrak eks Barcelona itu hanya satu musim lagi. Pada akhirnya kedua klub berjabat tangan pada angka 20 juta pounds.

Menariknya, Liverpool dikabarkan Mirror mencicil biaya tersebut selama empat tahun. Itu artinya, pada pembayaran pertama, The Reds hanya mengeluarkan dana 5 juta pounds.

Edwards melakukan bisnis serupa pada transfer Diogo Jota (41 juta pounds). Liverpool menyicil biaya pembelian. Kabarnya, untuk pembayaran pertama Liverpool hanya mengeluarkan dana 4 juta pounds.

Jika digabungkan, Liverpool hanya menghabiskan 9 juta pounds pada pembayaran pertama untuk kedua transfer tersebut. Pengeluaran tersebut tertutupi karena Liverpool melepas Ki-Jana Hoever ke Wolves pada angka sekitar 9 hingga 13,5 juta pounds.

Pada 2017, Michael Edwards menghadapi petisi yang meminta Liverpool memecatnya. Ia disebut tidak kompeten menempati posisi sebagai direktur olahraga Liverpool. Namun, sekali lagi, sang direktur olahraga membuktikan tak hanya bisa berada di depan komputer jinjing.