BolaSkor.com - Arsene Wenger sudah tidak lagi ada di Arsenal namun warisannya tidak lekang oleh waktu. Warisannya itu berupa tradisi yang sudah mendarah daging di klub dalam urusan mengembleng pemain muda.

Sudah banyak nama pemain-pemain berbakat yang muncul dari akademi atau direkrut pada usia muda dan kemudian diorbitkan klub. Contoh itu seperti Cesc Fabregas, Hector Bellerin, Wojciech Szczesny, dan Jack Wilshere.

Tradisi itu berlanjut dengan keberhasilan Arsenal mengamankan servis Omar Rekik dari Hertha Berlin dengan uang sebesar 540.000 poundsterling saja. Posisi bermain Rekik bek tengah dan Arsenal sudah lama memantaunya.

"Dia (Rekik) adalah talenta muda yang telah kami ikuti selama beberapa waktu yang kami yakini memiliki masa depan yang sangat cerah," terang Mikel Arteta mengenai Rekik.

Baca Juga:

Nestapa Willian Berlanjut di Arsenal

Bintang Muda Arsenal Bersyukur Bisa Cicipi Latihan di Man United

Investasi untuk Masa Depan, Arsenal Rekrut Bek Muda Tunisia

Omar Rekik

Arsenal memproyeksikannya untuk bermain di tim U-23 sebelum perlahan dipromosikan ke tim utama. Kala transfer itu terjadi publik cukup penasaran untuk mencari tahu informasi mengenai Omar Rekik.

Wajar saja sebab cukup sulit mencari informasi mengenainya dan data-data Rekik tidak ada di Wikipedia. Itu bisa diartikan dengan dua hal berbeda: satu dia bukan - atau belum menjadi - pemain terkenal, lalu yang kedua pemain muda yang bahkan belum pernah bermain di tim senior.

Omar Rekik masuk kategori kedua. Dia memang bermain untuk Hertha Berlin II yang berkompetisi di divisi empat sepak bola Jerman, sementara musim lalu Rekik hanya duduk di bangku cadangan tim utama Hertha tanpa pernah bermain.

Kendati demikian Arsenal tentu tidak merekrut pemain tanpa tahu kualitas atau potensi perkembangannya di masa depan. Melalui perundingan di antara manajer, Direktur Olahraga (Edu), dan pelatih tim muda Arsenal (Per Mertesacker) mereka sepakat merekrut Rekik.

Ada dua faktor yang melatarbelakangi klub merekrut pemain muda: satu karena ia punya bakat atau talenta natural, lalu yang kedua penilaian pelatih tim-tim muda 'menerawang' apakah mereka punya kans untuk melangkah ke level yang lebih tinggi.

Mertesacker sudah menegaskan tidak semua pemain muda bisa naik level dan tim muda ada di area itu untuk menggantikan talenta lainnya apabila mereka pergi ke klub lain. Jadi pemilihan Rekik tidak sembarang pilih.

Darah Sepak Bola di Keluarga dan Hidup Mewah

Omar Rekik

Omar Rekik tak ada di Wikipedia tapi jika Anda melihat Instagram pribadinya @omarrekik ia cukup menikmati hidupnya dengan kemewahan. Mobil mewah, berlibur, seakan memperlihatkannya sebagai bintang di Eropa.

Akan tapi artikel ini bukan untuk mengomentari kehidupan pribadinya melainkan informasi seputar dirinya, termasuk darah sepak bola yang sudah mengalir dalam keluarganya.

Rekik. Ingat nama itu maka Anda yang sudah mengikuti sepak bola Eropa cukup familiar dengannya. Ya, Omar Rekik adalah adik dari bek tengah Sevilla Karim Rekik yang telah berusia 26 tahun - terpaut usia tujuh tahun dengan Omar.

Karim Rekik baru pindah ke Sevilla pada 2020 setelah sebelumnya membela Hertha Berlin, Olympique Marseille, PSV Eindhoven, dan Manchester City. Karim produk akademi City dan pernah membela timnas Belanda sebanyak empat kali.

Karim Rekik membela Sevilla

Perjalanan karier sang abang diikuti oleh Omar Rekik yang juga bermain di akademi City dan Marseille. Rekik yang memeluk agama Islam itu juga masih dapat membela timnas Tunisia senior - berbeda dengan Karim Rekik.

Menarik untuk dinanti apakah Omar Rekik akan terus mengekor karier kakaknya atau ia lebih sukses dari Karim Rekik.

Apa yang Bisa Didapat Arsenal dari Omar Rekik?

Omar Rekik dengan Hertha Berlin

Investasi untuk jangka panjang sudah pasti. Selain itu Arsenal juga mendapatkan pemain serba bisa dengan potensinya bermain sebagai gelandang bertahan selain bek tengah.

"Saya seorang pemenang. Saya selalu ingin menang dan itu dengan segalanya," tegas Omar Rekik dikutip dari Standard Sport.

"Saya seorang bek tengah dan saya suka bermain dengan bola, saya suka bermain dari belakang, dan menurut saya ini juga jadi struktur klub. Sangat cocok."

Chris Mader, pendiri laman Gunners Town langsung melakukan riset mengenai Omar Rekik setelah ia diumumkan gabung klub. Hasilnya ia mengetahui bahwasanya Rekik di tim U-23 Hertha sering bermain sebagai gelandang tengah.

Dengan tubuh yang atletis Rekik dapat mengalirkan bola baik dengan kedua kakinya, punya visi bermain bagus, dan operan dalam membangun serangan dari belakang. Sederhanya Rekik tipikal bek tengah modern.

"Dengan Mikel Arteta, jika Anda menonton pertandingan, dia bukanlah pelatih yang berpikir cepat untuk memainkan bola panjang. Tentu saja, saat dibutuhkan, Anda harus melakukannya, tapi menurut saya gaya permainannya cocok," tambah Rekik.

"Sebagai pemain muda, Anda perlu bermain di suatu tempat kala mereka tidak takut memberi Anda kesempatan dan Anda bisa melihat banyak pemain muda berhasil menembus (tim utama) di sini, dan saya ingin menjadi yang berikutnya."

Semoga saja Omar Rekik dapat mewujudkan kata-katanya itu menjadi impian. Arsenal memang memberikan banyak pemain muda kans unjuk gigi, namun tidak semuanya sukses kala bermain di tim utama.