BolaSkor.com - Masuknya Andrea Pirlo sebagai pelatih Juventus tidak hanya memberikan warna permainan baru dengan ide-ide segarnya, tapi juga berkah bagi pemain-pemain muda, sebab Pirlo memberi mereka kesempatan tampil.

Gianluca Frabotta, Hamza Rafia, Nicolo Fagioli, dan Radu Dragusin adalah beberapa contoh pemuda yang diorbitkan dari tim U-23 Juventus. Pirlo memberikan mereka pengalaman berharga dengan berlatih dan bermain di tim utama.

Belajar dari pemain sekaliber Leonardo Bonucci, Giorgio Chiellini, Gianluigi Buffon, Aaron Ramsey, dan tentu saja pemilik lima Ballon d'Or Cristiano Ronaldo adalah pengalaman berharga yang tak ternilai.

Semua nama pemuda-pemuda Juventus itu menarik, tapi satu nama jadi sorotan karena ia pernah menolak Chelsea dan kini dalam pantauan pemandu bakat klub-klub top Eropa. Dia adalah Radu Dragusin.

Baca Juga:

Legenda Juventus Puji Keberanian Andrea Pirlo Cadangkan Cristiano Ronaldo

Waspada Inter, Juventus Belum Menyerah Kejar Scudetto

Morata Sukses Pikul Tugas Ronaldo, Pirlo Tersenyum Simpul

Radu Dragusin bersama Rumania

"Dia (Dragusin) secara fisik sangat kuat. Dia masih sangat muda dan harus berkembang di tingkat teknis, tetapi dia akan punya waktu untuk melakukannya, berlatih setiap hari dengan para juara hebat," ucap Pirlo mengenai Dragusin.

Dragusin. Sebuah nama yang identik dengan penamaan orang di Eropa Timur, namun Radu Dragusin bukan warga Eropa Timur melainkan dari Eropa Tengah dan Tenggara atau lebih tepatnya bagian Balkan, Rumania.

Digadang-gadang bisa sesukses legenda Rumania Cristian Chivu, memiliki gaya main seperti Virgil van Dijk, dan berlatih dengan Leonardo Bonucci, Giorgio Chiellini, serta Cristiano Ronaldo. Siapa Radu Dragusin?

Karier Melejit di Tim Muda Juventus, Pernah Tolak Chelsea

Radu Dragusin

Lahir di Bucharest, 3 Februari 2002 saat ini usia Dragusin berumur 19 tahun. Ragusin sudah memiliki darah olahragawan dari kedua orang tuanya: ayahnya pemain voli sementara ibunya pemain basket.

Akan tapi justru sepupunya yang mengenalkan Dragusin kepada dunia sepak bola sebelum ia bermain di klub lokal, Sportul Studentesc pada usia tujuh tahun. Dragusin di sana sampai berusia 11 tahun sebelum pindah ke Regal Sport Bucharest pada 2013.

Regal Sport masih memiliki afiliasi (hubungan) dengan Atletico Madrid. Lima tahun dengan Regal Sport, Dragusin berkembang hingga ia menjadi kapten timnas Rumania U-16. Atletico, PSG, hingga Chelsea memantaunya.

Pada akhirnya Dragusin gabung Juventus dengan bayaran 250.000 euro setelah sempat menjalani trial dua kali di sana. Agen Draguson Florin Manea membenarkan adanya ketertarikan dari Chelsea.

Radu Dragusin punya fisik yang bagus

"Kakak saya menelepon saya dan mengatakan kepada saya bahwa ada pemain muda yang bagus (di Rumania) dan saya mengirimnya untuk melihat dengan matanya sendiri,” Florin Manea kepada TMW.

"Dia mengkonfirmasi kesan awal itu. dengan memberi tahu saya bahwa dia adalah seorang bintang, jadi saya segera melapor ke Juventus."

“Setelah sekitar satu jam, Matteo Tognozzi, kepala pencari bakat Juventus, menelepon saya untuk mengatakan bahwa Radu mengesankan semua orang. Tim lain juga tertarik, tetapi Bianconeri sangat menginginkannya."

"Dia bertanya kepada saya, 'Di mana saya bisa menjadi bek tengah yang hebat?' Chelsea menginginkannya juga, tapi itulah mengapa dia memilih Juventus," terang Manea.

Karier Dragusin melejit cepat bak roket di Juventus. Dari pemain yang diplot di tim U-17 kemudian naik ke tim U-19 dan U-23 pada 2019. Pirlo tak lepas memantaunya dan pada Desember lalu Dragusin memainkan debut di tim utama Juventus.

Juventus mengalahkan Dynamo Kiev di Liga Champions dan Dragusin masuk sebagai pemain dari bangku cadangan pada menit 69 menggantikan Merih Demiral. Setelah itu Dragusin tampil tiga kali dan terus menjaga kebugaran dengan tim U-23.

Gaya Main Terinspirasi Idolanya: Virgil van Dijk

Virgil van Dijk jadi idola Radu Dragusin

Banyak bek-bek top Eropa yang sudah sukses dan layak menjadi panutan dari Gerard Pique, Sergio Ramos, Thiago Silva, tapi Dragusin terinspirasi dua bek senior Juventus dan juga bek Liverpool.

"Saya terinspirasi Van Dijk begitu juga dengan Bonucci dan Chiellini," ujar Dragusin pada awal 2020 lalu dengan Juventus TV.

Dengan tinggi badan 191cm keunggulan Dragusin seperti Van Dijk: jago duel bola udara dan bisa jadi kekuatan di situasi bola mati pada area berbahaya lawan. Badan atletis Dragusin juga ideal untuk beradu fisik dengan lawan.

Selain itu Dragusin juga berkembang dari segi melakukan transisi bermain dengan membawa bola menjauh dari pertahanan, mengoper bola untuk membangun serangan, disiplin, membaca permainan, dan penempatan posisi yang bagus.

Menilik pemain yang rambutnya dikuncir seperti Ronaldo dengan gaya rambut lamanya itu, wajar jika banyak klub Eropa membidiknya. Permasalahan bagi Juventus adalah kontraknya berakhir di akhir musim.

Situasi itu mendatangkan ketertarikan dari Tottenham Hotspur, RB Leipzig, dan Newcastle United. Rumor muncul dan terus ada sampai ada kejelasan soal kontrak tersebut. Namun fans Juventus tak perlu khawatir.

"Kami tidak pernah memiliki ide untuk meninggalkan Juventus, menandatangani kontrak baru tidak akan menjadi masalah. Kami melihat masa depannya di Juventus," tegas Manea.

"Tiga tahun lalu dia menonton Ronaldo di televisi, sekarang dia bermain dengannya. Terkadang mimpi menjadi kenyataan," urai dia.