BolaSkor.com - 16 November 2017, Estadio Nacional Lima dipadati 50.000 penonton yang tidak pernah berhenti berteriak, bernyanyi, memberikan intimidasi kepada lawan yang datang jauh dari kawasan Oseania. Hari itu menjadi hari bersejarah dalam pertandingan yang mempertemukan Timnas Peru dengan Selandia Baru.

Pertandingan itu merupakan leg kedua play-off Piala Dunia 2018. Leg pertama berakhir tanpa gol. Pada leg kedua, dengan dibantu dukungan "pemain ke-12" - dan dukun yang melakukan ritual sebelum laga, winger gaek berusia 33 tahun, Jefferson Farfan, mengoyak jala gawang Selandia Baru di menit 27.

Selepas gol tersebut, Selandia Baru memberikan perlawanan sengit, sampai sebuah kemelut terjadi di menit 65 dari situasi sepak pojok. Bola liar masih "panas" berada di area 16 meter Selandia Baru dan di sana, Christian Ramos berada di posisi yang tepat untuk menendangnya. Bola pun menghujam keras gawang Selandia Baru tanpa mampu diantisipasi Stefan Marinovic.

Tim besutan Ricardo Gareca mempertahankan keunggulan 2-0 hingga pertandingan berakhir. Tangis bahagia pecah di Estadio Nacional Lima. Sekedar catatan, sudah lama publik Peru menantikan momen bersejarah ini, setelah tampil di Piala Dunia 36 tahun yang lalu atau tepatnya pada Piala Dunia 1982.

Menyoal performa Peru nanti di Piala Dunia tidak masalah. Apapun yang terjadi, skuat yang membawa Peru lolos ke Piala Dunia 2018 akan selalu dikenang dalam catatan emas sejarah sepak bola Peru. Termasuk di dalam skuat itu, ada satu nama yang dipediksi menjadi kapten Peru di masa depan menggantikan Farfan atau Paolo Guerrero. Dia adalah Renato Tapia.