BolaSkor.com - Selama bertahun-tahun, Ajax Amsterdam dikenal sebagai satu di antara klub penghasil pemain muda terbaik. Kali ini, Ajax punya satu permata dalam diri Ryan Gravenberch yang disebut-sebut masuk dalam daftar belanja Liverpool

Ajax menjadi satu di antara kuda hitam pada Liga Champions 2018-2019. Dengan materi pemain yang didominasi anak muda, wakil Eredivisie itu melaju hingga semifinal. Dalam perjalanannya, Ajax menghentikan mimpi tim-tim kuat seperti Real Madrid dan Juventus.

Ketika itu, Ajax mengandalkan sejumlah pemain muda seperti Andre Onana, Matthijs de Ligt, Frenkie de Jong, dan Donny van de Beek. Para pemain tersebut menjadi tulang punggung Ajax sepanjang kompetisi.

Tak heran, klub-klub Elite Eropa mulai melirik pemain muda Ajax. Tiga di antara empat nama yang disebutkan di atas-kecuali Onana- kini sudah berganti klub.

Seolah tidak kehilangan bahan bakar untuk mencetak pemain muda berkualitas, kini Ajax juga punya produk unggulan lainnya. Ya, pemain tersebut adalah Ryan Gravenberch.

Baca juga:

Jude Bellingham, Berlian Muda Inggris Pecahkan Rekor Kylian Mbappe

Profil Harvey Elliott, Wonderkid Liverpool yang Terancam Layu sebelum Berkembang

Profil Dzenan Radoncic: Legenda K League, Murid Shin Tae-yong, Asisten Timnas

Ryan Gravenberch

Ryan Gravenberch merupakan pemain yang mendapatkan trofi Abdelhak Nouri yang diberikan kepada pemain paling berbakat dalam akademi Ajax pada Juni 2018. Sebelumya, sejumlah pemain hebat pernah meraih penghargaan itu seperti Rafael van der Vaart, Wesley Sneijder, Christian Eriksen, dan De Ligt.

Tiga bulan berselang, Gravenberch unjuk gigi di tim senior pada laga melawan PSV Eindhoven. Walhasil, ia menjadi debutan termuda dalam sejarah kompetisi karena tampil pada usia 16 tahun dan 130 hari. Gravenberch memecahkan rekor milik jebolan De Toekomst lainnya, Clarence Seedorf.

Satu-satunya pemain yang meraih tiga gelar Liga Champions dengan klub berbeda tersebut tidak iri hati rekornya dipecahkan Gravenberch. Eks AC Milan tersebut justru memberikan selamat.

"Selamat karena memecahkan rekor saya. Saya berharap Anda punya karier yang sukses, seperti yang saya lakukan. Tetap fokus dan yakin jika Anda terus menyukai permainan ini," ungkap Seedorf.

Beberapa hari kemudian, Gravenberch mendapatkan kepercayaan menjadi starter untuk pertama kali ketika Ajax menghadapi Te Werve di KNVB Cup. Manisnya, ia mencetak gol pertama untuk tim senior, delapan menit sebelum laga berakhir. Ajax menutup duel dengan keunggulan 7-0.

"Saya benar-benar ingin mencetak gol tersebut. Menyenangkan tampil sejak menit pertama di tim senior. Ini sangat cepat, tetapi saya tenang dan membiarkannya datang. Saya mencoba melakukan yang terbaik dengan segalanya," kata Gravenberch kepada FOX Sport usai pertandingan.

Ryan Gravenberch

Pelatih Ajax, Erik ten Hag, tak menampik jika Gravenberch adalah pemain spesial. "Kami punya rencana untuknya. Jadi, itu sebabnya dia mendapatkan debut. Kami melihat potensinya dalam latihan dan dia sekarang benar-benar melanjutkan tren positif itu," ungkap sang pelatih.

Dari sisi gaya bermain, Gravenberch kuat dalam menguasai bola. Meskipun, posturnya hanya rata-rata pemain Eropa.

Gravenberch tidak takut menghadapi lawan dalam duel satu lawan satu. Sang pemain juga terlihat tenang ketika mulai membangun serangan. Hampir seluruh tugas utama sebagai gelandang bisa dijalankan pemain asal Belanda tersebut.

Seperti permata lainnya milik Ajax, Gravenberch pun diyakini akan hengkang suatu hari nanti. Pertanyaan yang mencuat sekarang adalah apakah ia bisa memecahkan rekor transfer pemain pemain yang dijual Ajax? Saat ini, rekor tersebut menjadi milik Matthijs de Ligt yang angkat kaki ke Juventus dengan mahar 85 juta euro.

Menurut kabar yang berkembang, pemain yang masih terikat kontrak hingga 2023 itu masuk dalam radar Liverpool. The Reds membutuhkan pemain seperti Gravenberch untuk menambal lubang yang ditinggalkan Georginio Wijnaldum. Sang gelandang angkat kaki ke Paris Saint-Germain pada bursa transfer musim panas lalu.

"Dia bisa hengkang ke mana saja. Saya melihat semua klub yang tertarik. Jutaan euro akan datang. Namun, kami tetap mendiskusikannya dengan tenang di rumah. Dia selalu berkata sangat senang di Ajax," urai ayah Gravenberch.

Kini, pemain yang membukukan 10 gol dan delapan assist dalam 69 laga bersama Ajax itu harus terus meningkatkan performa demi karier yang lebih baik di masa depan. Sebab, biasanya produk akan banyak peminat jika punya kualitas jempolan.