BolaSkor.com - Bahagia itu sederhana. Tidak selamanya kebahagiaan itu dapat diraih dengan belanja mahal, dihitung dengan materi atau uang, cukup dengan mencetak dua gol yang memberikan kemenangan untuk timnya.

Ya, itulah yang dilakukan oleh Stuart Dallas ketika Leeds United menang 2-1 atas Manchester City di Etihad Stadium pada pekan 31 Premier League, Sabtu (10/04) malam WIB. Dallas mencetak dua gol kemenangan Leeds.

Kemenangan tersebut semakin spesial karena Leeds bermain dengan 10 pemain kala Liam Cooper menerima kartu merah. Dallas jadi gelandang pertama yang mencetak dua gol di markas City pada ajang Premier League sejak Paul Pogba pada 2018.

Sejak Robin van Persie pada Desember 2012 yang mencetak gol di menit 90 dan gol penentu kemenangan, Dallas jadi pemain pertama yang melakukannya di markas City.

Baca Juga:

Bermain dengan 10 Pemain, Leeds Kalahkan City di Etihad Stadium

Pengakuan Marcelo Bielsa Buat Pep Guardiola 'Terbang ke Langit Ketujuh'

Aji Mumpung, Leeds United Ikut Berburu Sergio Aguero

Selebrasi gol Stuart Dallas

"Saya pikir melawan tim-tim ini Anda tidak mendapatkan terlalu banyak peluang, jadi ketika Anda memiliki peluang, Anda harus efisien dan untungnya ketika saya bisa lolos, saya mengambil satu sentuhan, menutup bola dan menendang bola," tutur Dallas di Leeds Live.

"Saya pikir Anda tidak boleh menyerah tidak peduli dengan tim mana Anda bermain, tetapi bermain dengan 10 orang dan mereka menyamakan kedudukan dan semua orang mungkin berpikir kami akan menyerah."

"Kami berhasil menemukan sesuatu, sekali lagi, saya akan kembali ke bagian akhir, ini tentang seberapa besar Anda benar-benar menginginkannya dan memberikan sedikit ekstra saat dibutuhkan."

Bagi mereka yang tidak mengenal Dallas apa yang dilakukannya sangat spesial: mencetak dua gol ke gawang tim yang akan menjadi juara Premier League, punya permainan bagus, dan unggul kualitas individu serta jumlah pemain.

Akan tapi bagi mereka yang tinggal di Cookstown, Irlandia Utara, dan Leeds United apa yang dilakukan Stuart Dallas bukan hal baru lagi. Dia pemain tak tergantikan untuk Marcelo Bielsa.

"Itu (dua gol Dallas) memberi saya kebahagiaan besar untuknya. Karena dia adalah pemain yang permainannya banyak didasarkan pada kemurahan hati. Dia adalah pemain yang membantu semua rekan satu timnya untuk merebut bola dan tidak kehilangannya," tutur Bielsa memuji Dallas.

"Dan gol itu memberikan banyak kilau kepada siapa pun yang berhasil mencetaknya. Baginya mencetak dua gol biasanya merupakan anomali. Itu pantas, itu menghibur, itu bagus. Dan tahun ini telah memungkinkan Dallas untuk menunjukkan bagian dari dirinya sendiri itu yang kami tidak tahu dia memilikinya."

Pemain Serba Bisa yang Disukai Pelatih

Stuart Dallas dengan Marcelo Bielsa

Pada era sepak bola modern pemain yang dapat bermain di banyak posisi menjadi nilai plus, disukai banyak pelatih, apalagi jika pemain itu punya etos kerja bagus alias pekerja keras seperti Stuart Dallas.

Peran bermain Dallas bak bunglon dalam susunan pemain. Dari bek sayap, penyerang sayap, gelandang, hingga bek dimainkan semuanya oleh Stuart Dallas. Betapa krusialnya Dallas untuk Bielsa bisa dilihat di catatan berikut.

Sebagai starter Dallas sudah jadi gelandang serang lima kali, bek kanan delapan kali, bek kiri sembilan kali, serta sekali di posisi gelandang kanan hingga bertahan. Dalam 30 laga Premier League Dallas selalu bermain (2.689 menit).

"Dia bisa bermain di tiga posisi berbeda di lapangan - bertahan, di tengah, dan menyerang. Dia rekan setim yang sangat bagus dan profesional sejati," imbuh Bielsa.

Darren Fletcher, legenda Manchester United yang sudah memenangi titel Premier League lima kali juga memuji Dallas. Tipikal bermainnya tidak jauh berbeda dari Fletcher.

"Dia adalah pemain paling berpengaruh di lapangan. Secara taktik dia sempurna, dia memenangkan tekel, dia adalah ancaman mencetak gol. Dia ada di mana-mana dan itu adalah performa pertandingan yang luar biasa," tambah Fletcher.

"Ini adalah hal yang konstan sepanjang pertandingan. Penampilannya sangat fantastis. Dia menjadi ancaman sepanjang sore. Dia memiliki energi, kecepatan, dan intensitas yang luar biasa."

Dari sisi defensif dan ofensif hingga transisi bermain Dallas melakukannya dengan baik, menjalankan konsep bermain yang diinginkan oleh Bielsa. Sejauh ini Dallas sudah melepaskan 70 tekel, 45 kali memotong bola dari jalur lawan, dan 47 blok bola.

Kontrol bola bagus, dua kaki yang kuat, tidak ragu menendang bola, pekerja keras, dan cerdas membaca permainan menjadikan Dallas sebagai pahlawan yang tak terlihat dalam skuad Leeds. Dia seperti halnya Luke Ayling, Patrick Bamford, dan Kalvin Phillips yang tak tergantikan.

"(Kemampuan serba bisa) sudah menjadi bagian dari permainan saya sejak lama. Pasalnya saya sangat atletis, saya memiliki tenaga lari yang amat besar. Saya bisa menempati tengah lapangan maupun berlari maju-mundur di lapangan," ucap Dallas.

"Dan di Leeds, Marcelo ingin kami, bukan hanya saya, untuk bermain di beberapa posisi. Saya jadi lebih mengerti permainan ini."

Dari Kampung Menuju Kompetisi Teratas Inggris

Stuart Dallas

Cookstown adalah salah satu kota kecil di Irlandia Utara, tempat kelahiran Dallas pada 19 April 1991. Dari sekolah sepak bola lokal perjalanan Dallas berlanjut Coagh United dan dilatih oleh Stephen Uprichard.

Determinasinya untuk berkembang sudah terlihat dengan latihan ekstra yang dilakukannya di Coagh. Bahkan setelah sukses mentas di Premier League saat ini Dallas masih menjaga kebugarannya dengan klub dekat dengan kampung halamannya itu.

Sekedar informasi kala membela Coagh, Dallas adalah pemain paruh waktu karena ia juga bekerja sebagai tukang kayu, pekerjaan yan diberikan oleh Brian Dallas yang notabene ketua Coagh United.

Seraya menjalani dua kehidupan yang berbeda bakat sepak bola Dallas ternyata lebih besar ketimbang tukang kayu.

"Kami memainkannya di sayap kiri atau kanan. Dia memiliki otak sepak bola yang hebat, tahu kapan harus menghentikannya atau kapan harus mempertahankannya, sementara tingkat kebugarannya fenomenal," tambah Uprichard

"Tidak lama setelah dia pergi ke Brentford, dia memberi tahu kami bahwa mereka tidak bisa. Tidak percaya bahwa dia berasal dari sepak bola paruh waktu. Dia jelas seorang pesepakbola yang lebih baik daripada seorang tukang kayu."

Stuart Dallas di Coagh United

Kariernya terus berkembang hingga titik baliknya mulai terlihat sejak gabung Crusaders, lalu bersama Brentford, sempat dipinjamkan ke Northampton Town, dan gabung Leeds United pada 2015.

Manajer Crusaders Stephen Baxter mengingat betul bagaimana awal karier Stuart Dallas, bagaimana Dallas sebagai anak yang sangat pemalu ketika bergabung dengan tim dan perlahan membangun hubungan dengan suporter.

"Dia berasal dari keluarga yang luar biasa. Ayahnya membawanya ke tempat latihan dan pertandingan, dan dia sensasional di tahun pertamanya bersama kami. Kami menempatkannya bersama profesional senior dan dia mampu bertahan berkat talentanya," ujar Baxter.

"Dia memiliki hubungan nyata dengan suporter. Kami hanya tim yang berkembang saat itu dan saya pikir itu adalah keuntungan besar bagi Stuart. Misalnya, dia tidak akan bermain di tim utama Linfield pada usia itu."

"Dia sangat pemalu, seperti yang bisa Anda duga dari seorang anak laki-laki yang datang ke Belfast dari pedesaan, tetapi para pemain senior membawanya di bawah pengawasan mereka."

"Seperti Gavin Whyte ketika dia datang ke klub kami beberapa tahun kemudian, Stuart mengikuti kelompok itu untuk mempelajari cara kerja ruang ganti, dan pentingnya melakukan segalanya dengan benar, seperti tepat waktu," urai Baxter.

Pada usia 29 tahun kini Stuart Dallas sudah memiliki 53 caps dengan torehan tiga gol untuk timnas Irlandia Utara. Dallas bukan pemain yang sering memenangi trofi, tapi untuk fans Leeds dan Bielsa dia adalah pahlawan tanpa tanda jasa.