BolaSkor.com - Di kala negeri-negeri besar dengan tradisi sepak bola yang kuat seperti Belanda dan Italia gagal lolos Kualifikasi Piala Dunia 2018, negeri dengan populasi terkecil seperti Islandia justru sukses melakukannya. Piala Dunia 2018 akan jadi keikutsertaan pertama mereka di kejuaraan dunia.

Pencapaian tersebut merupakan buah kerja keras dari KSI (Federasi Sepak Bola Islandia), dalam mengembangkan sepak bola di Islandia. Meski memiliki populasi yang kecil, mereka memiliki 11 nama terbaik dalam susunan pemain Timnas Islandia. Sebagian besar pemain bahkan berkarier di luar negeri dan tersebar di Eropa.

Populasi kecil dan berjiwa Viking. Itulah Islandia. Sedianya, tidak sepenuhnya benar berkata Islandia merupakan negeri asal muasal Viking, yang notabene suku barbar di masa lalu yang suka menjarah dan berperang. Keturunan nenek moyang Islandia lebih kepada petani-petani asal Norwegia yang melarikan diri dari Viking, lalu mendirikan pemukiman di Islandia.

Islandia sendiri lebih kepada bangsa yang dijajah Viking di masa lalu. Kendati demikian, darah berapi-api yang dimiliki para pemain Islandia seolah memperlihatkan adanya jiwa Viking dalam diri mereka. Skuat arahan Heimir Hallgrimsson tidak pernah bermain setengah hati dan selalu tampil penuh determinasi di tiap laga yang dimainkan.

Determinasi itu bisa terlihat dua tahun silam, ketika Islandia membuka mata dunia melalui kemenangan 2-1 melawan tim bertabur bintang, Inggris (yang sebetulnya overrated), di 16 besar Euro 2016. Sejak saat itu, tidak ada lagi yang meremehkan Islandia.

Peringkat 22 ranking FIFA dahulu kala memang pernah diperkuat oleh bintang Eropa seperti Eidur Gudjohnsen. Akan tapi, generasi terbaik mereka baru dihasilkan dalam beberapa tahun belakangan ini, dengan adanya keseimbangan lebih di dalam skuat.

Melanjutkan cerita indah mereka di Euro 2016, Islandia juga sukses lolos Kualifikasi Piala Dunia 2018 dengan catatan yang gemilang. Berada di grup I bersama Kroasia, Ukraina, Turki, Finlandia, dan Kosovo, Islandia sukses lolos sebagai pemuncak grup I dengan perolehan 22 poin.

Islandia mampu berdiri tegak di atas negeri-negeri yang lebih berpengalaman seperti Kroasia, Ukraina, atau Turki. Kepastian lolos didapat Islandia pada Oktober lalu saat menang 2-0 melawan Kosovo. Islandia memiliki catatan memasukkan gol 16 - tertajam di antara negeri lainnya di grup I - dan kebobolan tujuh gol - terbaik ketiga.

Menjadikan Islandia sebagai kandidat juara Piala Dunia 2018, jelas terlalu optimis. Tapi, mereka pantas menjadi kuda hitam, yang bisa sewaktu-waktu mencuat dan tanpa diprediksi banyak orang, bertahan hingga fase gugur. Islandia tergabung di grup D bersama Argentina, Kroasia, dan Nigeria.

Pemain Kunci:

Gylfi Sigurdsson, Johann Berg Gudmundsson, dan Alfred Finnbogason

Kolektivitas merupakan keunggulan dari Timnas Islandia, tidak diragukan lagi. Namun di balik kolektivitas tersebut, ada tiga pemain yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Mereka adalah Gylfi Sigurdsson, Johann Berg Gudmundsson, dan Alfred Finnbogason.

Sigurdsson, 28 tahun, sudah membuktikan kualitasnya sebagai salah satu gelandang top yang bermain di Premier League. Mantan pemain Tottenham Hotspur dan Swansea City saat ini bermain di Everton. Kendati tengah cedera, keberadaan Sigurdsson dibutuhkan Islandia di Piala Dunia 2018.

Berposisi sebagai gelandang serang, Sigurdsson mampu mengkreasikan serangan, mencetak gol, dan memiliki kemampuan mengeksekusi bola mati dengan baik. Ia ancaman nyata yang tidak dapat diabaikan tim-tim lawan.

Sedangkan Gudmundsson seorang penyerang sayap yang saat ini bermain dengan Burnley. Dia andalan bagi Burnley asuhan Sean Dyche yang akan bermain di Liga Europa musim depan. Burnley adalah tim kuda hitam Premier League musim ini. Kecepatannya di sisi sayap bisa jadi momok bagi lini belakang lawan.

Lalu yang terakhir adalah Finnbogason. Pengemas 45 caps dan 11 gol bermain untuk FC Augsburg musim ini, setelah sebelumnya membela Heerenveen, Real Sociedad, dan Olympiacos. Dia seorang predator sejati di kotak penalti lawan yang sudah mencetak 12 gol untuk Augsburg musim ini di Bundesliga. Bersama Sigurdsson dan Gudmundsson, Finnbogason akan coba membawa Islandia bertahan selama mungkin di Piala Dunia 2018.

Pelatih:

Heimir Hallgrimsson


Cukup dimaklumi apabila tidak banyak yang mengenal namanya. Heimir Hallgrimsson memang bukan pemain terkenal saat dahulu bermain. Pun demikian ketika melatih. Hallgrimsson hanya sekedar bermain untuk tim lokal seperti IBV dan Hottur.

Bahkan ketika melatih, ia melatih tim sepak bola wanita dan pria IBV. Hallgrimsson baru naik level menjadi asisten pelatih Timnas Islandia pada tahun 2011, tetap di sana sampai 2013, sebelum dipromosikan sebagai pelatih kepala di tahun 2013 sampai saat ini.

Kendati namanya tidak populer, Hallgrimsson tahu betul dapur Islandia dan tidak muluk-muluk memberikan sistem bermain yang sulit bagi timnas. Hallgrimsson mengandalkan kolektivitas bermain dalam taktik klasik 4-4-2. Taktik yang sama diterapkan Claudio Ranieri saat membawa Leicester City menjuarai Premier League 2015/16.

Sistem bermain Hallgrimsson tidak jauh berbeda dari Leicester-nya Ranieri. 4-4-2 bukan digunakan untuk permainan ofensif, melainkan serangan balik yang lebih direct dan tertuju kepada dua penyerang di depan. Serangan juga dapat dibangun dari sisi sayap.

Hallgrimsson memiliki statistik yang cukup baik dengan persentase kemenangan 45,10 persen, memainkan 51 laga sejak tahun 2013 sampai saat ini dengan detail 23 kemenangan, sembilan hasil imbang, dan 19 kekalahan. Target realistis bagi Hallgrimsson adalah mengulang catatan Euro 2016, ketika Islandia melaju sampai perempat final.

Skuat Islandia untuk Piala Dunia 2018:

Kiper: Hannes Halldorsson (Randers), Frederik Schram (Nordsjaelland), Runar Runarsson (Roskllde)

Lini Belakang: Ari Skulason (Lokeren), Hordur Magnusson (Bristol City), Holmar Eyjolfsson (Levski Sofia), Kari Arnason (Aberdeen), Sverrir Ingason (Rostov), Ragnar Sigurdsson (Rostov), Samuel Fridjonsson (Valerenga), Birkir Saevarsson (Valur)

Lini Tengah: Johan Gudmundsson (Burnley), Arnor Traustason (Malmo), Aron Gunnarsson (Cardiff City), Olafur Skulason (Kardemir Karabukspor), Gylfi Sigurdsson (Everton), Emil Hallfredsson (Udinese), Birkir Bjarnason (Aston Villa), Rurik Gislason (Sandhausen)

Lini Depan: Bjorn Sigurdarson (Rostov), Albert Gudmundsson (PSV Eindhoven), Alfred Finnbogason (FC Augsburg), Jon Bodvarsson (Reading)