BolaSkor.com - Barito Putera menjaga gengsi Kalimantan Selatan dalam persepakbolaan Bumi Borneo. Laskar Antasari bisa terus eksis dengan progres prestasi menjanjikan dari tahun ke tahun.

Selama ini persepakbolaan Kalimantan Timur lebih dipandang. Ini karena keberadaan Borneo FC di Samarinda, Mitra Kukar, dan Persiba Balikpapan.

Sebelum itu ada juga Persisam Samarinda dan Putra Samarinda. Namun, Kalimantan Selatan bersama klub Barito merupakan raksasa yang kini mulai bangun kembali. Barito merupakan satu dari sedikit klub jebolan Galatama yang masih eksis.

Klub yang berdiri pada tahun 1988 ini sempat mengalami krisis finansial pada 2003 lalu. Kondisi itu sempat membuat prestasi Barito merosot dan terdegradasi ke kasta kedua. Kebangkitan mereka baru terjadi pada musim kompetisi 2011/2012. Setelah bertahun-tahun berkutat di kasta kedua, Barito Putera akhirnya kembali ke kasta tertinggi.

Baca Juga: Profil Tim Liga 1 2019: Borneo FC

Momentum itu terjadi di Stadion Manahan Solo pada 8 Juli 2011. Barito menjadi juara Divisi Utama versi PT Liga Indonesia setelah mengalahkan Persita Tangerang 2-1 lewat gol Sugeng Wahyudi dan Sackie Teh Dou. Setelah itu, Barito mulai eksis di kasta tertinggi hingga sekarang. Pada Indonesia Super League (ISL) 2012/2013, Barito berada di posisi enam.

Musim ini menjadi kesempatan ketiga bagi pelatih Jacksen Ferreira Tiago. Pada kompetisi Liga 1 2017 lalu, Barito Putera nangkring di posisi tujuh dengan catatan 15 kali menang, delapan kali seri dan sebelas kali menelan kekalahan.

Prestasi Barito Putera bisa dibilang mengalami penurunan pada Liga 1 2018. Sempat menjadi pemuncak klasemen pada awal kompetisi, Barito Putera malah mengakhiri musim dengan menduduki peringkat sembilan. Barito Putera mencatatkan 12 kemenangan, sebelas hasil seri dan sebelas kali mengalami kekalahan.

Perubahan signifikan terjadi pada musim ini. Barito Putera mendatangkan cukup banyak muka baru, baik lokal maupun asing.

Baca Juga: Profil Tim Liga 1 2019: Bali United

Evan Dimas menjadi salah satu rekrutan Barito Putera. (Instagram Barito Putera)

Kedatangan Bayu Pradana dan Evan Dimas Darmono membuat sektor tengah semakin kuat. Selain keduanya, ada pula Paulo Sitanggang, Rafi Syarahil dan Ady Setiawan. Dengan kualitas cukup berimbang, Jacksen Tiago pun tak kesulitan bila ingin melakukan rotasi.

Tiga pemain asal Brasil semakin menegaskan aroma Samba ala Jacksen Tiago. Belum lagi pemain-pemain asal Papua bermental juara, seperti Yoo Jae-hoon dan Andri Ibo.

Dalam kondisi tertekan, para pemain ini jelas punya mental kuat, yang bisa menyelamatkan Barito Putera. Pun begitu dengan Bayu dan Evan Dimas yang pernah merasakan gelar bersama klubnya.

Barito Putera musim ini punya tiga kelebihan. Para pemain asing yang berpengalaman, kualitas pemain utama dan cadangan tak jauh serta pemain lokal dengan mental juara.