BolaSkor.com - Meski berjuluk tim promosi Liga 1 tahun ini, namun Kalteng Putra membuat kejutan di kancah sepak bola Tanah Air. Klub yang berasal dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah tersebut baru saja meraih peringkat tiga dalam turnamen pramusim yaitu Piala Presiden 2019.

Tentunya sebagai debutan tim dari Liga 2, prestasi tim yang diasuh pelatih Gomes de Oliviera bisa dibilang cemerlang. Apalagi tim berjuluk Laskar Isen Mulang harus bersaing dengan tim-tim berpengalaman Liga 1 Indonesia.

Baca Juga: Profil Tim Liga 1 2019: PSS Sleman

Sejarah Klub

Berdiri pada 1 Januari 1970, tim semula bernama Persepar Palangkaraya. JJ Koetin menjadi Ketua Umum Persepar dari awal pembentukan hingga 1993. Seiring berjalannya waktu dengan berganti ketua umum, Persepar tetap terus berjuang di persepakbolaan tanah air dari tahun ke tahun.

Kemudian ketika Ketua Umum Persepar, Tuah Pahoe pada 2006, nama Persepar mulai dikenal di kancah sepak bola nasional di divisi 1. Mengenai homebase tim ini, dulunya bernama Stadion Pal 5 Cilik Riwut, dan tahun 2012 diganti menjadi Stadion Tuah Pahoe. Tuah Pahoe merupakan Walikota Palangkaraya yang sangat berkontribusi dalam memajukan sepak bola di Kalimantan Tengah khususnya Palangkaraya.

Untuk menggenang jasa-jasanya nama Tuah Pahoe dijadikan nama kandang Kalteng Putra sampai saat ini. Sedangkan nama Cilik Riwut, digunakan sebagai nama jalan utama penghubung kota dan beberapa kabupaten lainnya di Provinsi Kalteng. Stadion Tuah Pahoe saat ini dalam tahap renovasi dan masih diperbaiki agar sesuai standar nasional dan internasional.

Baca Juga: Wawancara Eksklusif Yogi Rahadian: Bepe dan Ibu yang Menuntunnya ke Persija Jakarta

Kalteng Putra
Skuat Kalteng Putra. (pialapresiden.id)

Prestasi yang pernah diraih Kalteng Putra tidak seperti klub-klub asal Kalimantan lainnya. Kalteng Putra pernah menorehkan kenangan manis ketika menjuarai Divisi Utama LPIS 2011-2012. Ketika itu masih bernama Persepar dan bermain tanpa gol melawan Pro Duta di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung.

Pada tahun itu sepak bola Indonesia terjadi dualisme yaitu ISL dan IPL. Kalteng Putra memilih berkompetisi ke IPL yang saat itu dianggap ilegal oleh PSSI.

Namun perkembangan selanjutnya PSSI menyatukan kembali kedua liga tersebut, yang mana klub-klub dari IPL harus melalui play-off agar bisa bermain di ISL tahun selanjutnya. Kalteng Putra yang berambisi dan mematuhi dengan bertanding di babak play-off.

Baca Juga: Cerita Si Cantik Ayu Sriartha Berjuang Jadi Pebasket Profesional

Kalteng Putra
Skuat Kalteng Putra di Piala Presiden 2019. (BolaSkor.com/Al Khairan Ramadhan)

Hingga akhirnya Kalteng Putra finis di posisi dua usai takluk 2-3 dari Pro Duta FC di final dan Pro Duta FC sebagai juaranya.

Sayangnya Kalteng Putra harus kandas untuk bermain di kasta ISL musim 2013-2014. Ini karena terkendala masalah verifikasi Stadion Tuah Pahoe yang tidak layak untuk menggelar laga ISL.

Sedangkan untuk tiket menuju Liga 1 2019, Kalteng Putra yang dibesut pelatih Kas Hartadi pada musim 2018, meraih posisi tiga usai meredam Persita Tangerang 2-0 di Stadion Pakansari, Cibinong, 4 Desember 2018.