BolaSkor.com – Los Galacticos. Itulah julukan yang disandang Madura United musim ini. Berbekal banyak pemain bintang yang tengah berada dalam usia matang, membuat tim berjuluk Laskar Sape Kerrab itu menempati barisan depan dalam perburuan gelar juara Liga 1 2019.

Persipasi Bandung Raya (PBR) menjadi cikal bakal lahirnya Madura United. Klub yang bermarkas di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan dan Stadion Gelora Bangkalan tersebut, lahir pada 10 Januari 2016. Kemunculan itu dimulai setelah Achsanul Qosasi mengakuisisi penuh PBR. Achsanul pun naik menjadi Presiden Klub Madura United.

Sosok Achsanul bukan orang yang asing di dunia sepak bola nasional. Ia pernah menjadi bendahara PSSI. Achsanul juga pernah menduduki posisi manajer di tim Persepam Madura United. Keinginan untuk membangun sepak bola di Pulau Garam menjadi alasan Achsanul untuk memunculkan Madura United.

Baca Juga: Profil Tim Liga 1 2019: Persipura Jayapura

Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016 menjadi ajang pertama yang diikuti tim berjuluk Laskar Sape Kerrab itu. Pada saat itu mereka masih digawangi Gomes de Oliveira sebagai kepala pelatih. Sejak kemunculannya, Madura United sudah diperkuat pemain-pemain berkualitas seperti Fabiano Beltrame, Erick Weeks, dan striker Pablo Rodriguez.

Komposisi pemain lokalnya juga tak kalah mentereng. Mereka berhasil menggaet gelandang elegan Slamet Nurcahyono, Ahmad Maulana Putra, Asep Berlian, dan Bayu Gatra. Dengan skuat mentereng, Madura United berhasil menempati posisi ketiga pada klasemen akhir ISC 2016. Mereka melampaui pencapaian Sriwijaya FC, Persib Bandung, dan Persija Jakarta.

Para pemain bintang kembali dihadirkan Madura United pada kompetisi Liga 1 2017. Mereka berhasil mendapatkan bek tangguh Fachruddin Aryanto, kiper Angga Saputra dan striker naturalisasi Greg Nwokolo. Bukan hanya itu, Laskar Sape Kerrab sukses mendatangkan Peter Odemwingie. Odemwingie adalah mantan pemain tim nasional Nigeria.

Sayang prestasi Madura United sedikit melorot pada 2017. Mereka finis di peringkat keenam. Meski demikian, pencapaian Madura United masih lebih baik daripada tim-tim kuat lainnya seperti Persib, Sriwijaya, atau Arema FC. Kegagalan menembus papan atas membuat Madura United harus mengubur mimpi lolos ke Asia.

Baca Juga: Profil Tim Liga 1 2019: Barito Putera

Pelatih Dejan Antonic dan Alberto 'Beto' Goncalves. (BolaSkor.com/Keenan Wahab)

Madura United masih diperkuat Fabiano Beltrame, Greg Nwokolo, Fachruddin Aryanto, Bayu Gatra, dan Slamet Nurcahyono pada Liga 1 2018. Mereka menambah kekuatan dengan mendatangkan Zah Rahan, Raphael Maitimo, dan striker Mamadou Samassa. Madura United juga menghadirkan pemain muda, yakni Alfath Fathier dan kiper Satria Tama.

Sayang perjalanan Madura United tak semulus yang dibayangkan. Sebelum kompetisi dimulai, mereka memecat Gomes de Oliveira. Milomir Seslija diangkat sebagai kepala pelatih baru. Namun pergantian ini ternyata tak membuat manajemen puas. Milo akhirnya didepak. Gomes pun kembali ke kursinya sebagai pelatih kepala.

Segala kegaduhan di internal membuat prestasi Madura United tersendat. Ditambah mereka mulai mendapatkan hasil minor ketika bermain di kandang sendiri. Alhasil Laskar Sape Kerrab harus finish di posisi kedelapan. Mereka memperoleh 13 kemenangan dalam semusim, serta mengalami 12 kali kekalahan.

Setelah gagal mengangkat piala dalam tiga tahun terakhir, Madura United melakukan perombakan hebat menyambut Liga 1 2019. Mereka memang tak lagi diperkuat Fabiano Beltrame atau Maitimo. Sebagai gantinya, Madura United berhasil mendapatkan pemain-pemain kualitas jempolan.

Pada lini belakang, mereka sukses mendaratkan Jaimerson Xavier, Fandry Imbiri, Marckho Merauje. Bukan hanya itu, Madura United mendapatkan pemain dengan label tim nasional seperti M. Ridho, Zulfiandi dan Andik Vermansah.

Baca Juga: Profil Tim Liga 1: Bhayangkara FC

Madura United juga berhasil mendapatkan top skorer Liga 1 2018, Aleksandar Rakic. Selain rakic, striker jempolan lain yang ikut merapat adalah Alberto 'Beto' Goncalves.

Madura United tak lagi menggunakan jasa Gomes sebagai pelatih kepala. Sebagai gantinya, mereka menunjuk Dejan Antonic. Yang menarik, Dejan merupakan mantan pelatih PBR pada 2014. Dejan sukses mengantarkan PBR menembus empat besar kompetisi Indonesia Super League (ISL) 2014.

Dengan materi mentereng, dan ditempa oleh pelatih berkualitas, tak heran apabila Madura United dijuluki Los Galacticos-nya Indonesia. Mereka adalah kandidat kuat juara Liga 1 musim ini.