BolaSkor.com - Persela Lamongan cukup beruntung punya basis di Jawa Timur (Jatim), yang terkenal dengan barometer sepak bola nasional. Publik kini menganggap Lamongan sebagai salah satu kota bola di Jatim, layaknya Surabaya lewat Persebaya maupun Malang dengan Arema-nya.

Padahal, Persela tentu kalah jauh dibandingkan dengan dua tim tetangganya itu dari segi prestasi. Arema maupun Persebaya sudah bergelimang prestasi sejak didirikan pertama kali, hingga saat ini.

Sementara Persela bukan lah tim dengan tradisi juara. Namun, tim dengan julukan Laskar Joko Tingkir itu mampu menyulap dari tim yang tidak dikenal publik, hingga menjadi penghuni tetap kompetisi kasta tertinggi di setiap musim.

Baca Juga: Profil Tim Liga 1 2019: PSIS Semarang

Sejarah Klub:

Berdiri sejak tahun 1967, Persela memang belum mengecap prestasi fenomenal sampai saat ini. Kiprahnya di kompetisi kasta tertinggi pun berkat kemenangan pada babak play-off Liga Divisi Utama tahun 2003 silam.

Pada waktu itu, Persela bersama PSIM Yogyakarta menjadi wakil dari Divisi Satu yang gagal promosi ke Divisi Utama. Sedangkan dari kasta tertinggi, Persib Bandung dan Perseden Denpasar menjadi wakil yang mengadu nasibnya di babak play-off.

Dewi Fortuna pun memayungi LA Mania, yang akhirnya akan melihat tim kesayangan mereka berlaga di kompetisi Divisi Utama tahun 2004. Persela lolos dari babak play-off dengan mengumpulkan 4 poin, unggul selisih gol atas PSIM Yogyakarta, dan berada di bawah Persib Bandung dengan 7 angka.

Baca Juga: Profil Tim Liga 1 2019: Semen Padang

Persela Lamongan
Skuat Persela Lamongan. (pialapresiden.id)

Sejak saat itu, kiprah Persela selalu stabil di kompetisi kasta tertinggi, mulai Liga Bank Mandiri, era Liga Djarum, Indonesia Super League hingga Liga 1 saat ini. Hanya satu kali prestasi tinggi yang pernah dicapai Persela di era ISL, yakni melaju ke babak 8 besar tahun 2014.

Uniknya, kiprah Persela yang tergolong standar di kompetisi, berbanding terbalik di turnamen pramusim. Tim yang lekat dengan warna biru muda itu meraup empat kali trofi juara pada Piala Gubernur Jawa Timur, dimulai tahun 2003, 2007, 2009 dan 2012.

Di awal 2019, tim yang kini dibesut Aji Santoso itu sempat menggebrak di Piala Presiden. Untuk pertama kali sejak berpartisipasi pada edisi sebelumnya, Persela melaju ke babak 8 besar.

Sayangnya, langkah mereka dihentikan oleh Madura United. Kegagalan itu pun memicu evaluasi tim yang akhirnya mencoret tiga dari empat legiun asing yang moncer selama Piala Presiden, yakni Jairo Rodrigues, Jose Sardon dan Washington Brandao.